|
|
Agen ruang angkasa Rusia telah memulai lebih dahulu dengan mengadakan wisata ke ruang angkasa di tahun 2001. Adalah Dennis Tito, yaitu seorang berkebangsaan Amerika Serikat, seorang pengusaha dan mantan pegawai NASA ini merupakan orang awam pertama yang berwisata ke ruang angkasa pada tanggal 28 April 2001 silam. Ia bersama 2 orang kosmonot Rusia, yaitu Talgat Musabayev dan Yuri Baturin berangkat dengan kapsul ruang angkasa Soyuz milik Rusia menuju ke ISS di orbit bumi. Tito yang berumur 77 tahun ini tinggal selama 1 minggu di stasiun ruang angkasa internasional ISS sambil melakukan beberapa tugas yang diserahkan kepadanya oleh awak ISS, selain itu ia juga melakukan pemotretan bumi di dalam ruang yang bergravitasi rendah itu. Ia kembali lagi ke bumi pada tanggal 6 Mei 2001 setelah puas berada di ruang angkasa dengan membawa sejuta kenangan baginya. Kapsul Soyuz yang membawanya itu mendarat kembali dengan normal di padang stepa, 300 km sebelah barat Astana, ibukota Kazakhstan.
Setelah perjalanan Dennis Tito, maka mulailah berurutan orang-orang awam yang ikut pula pergi ke ruang angkasa. Orang kedua setelah Dennis Tito dari Amerika Serikat adalah Mark Shuttleworth yaitu pengusaha asal Afrika Selatan pada bulan April 2002. Orang ketiga adalah Gregory Olsen yang berusia 60 tahun yaitu seorang pengusaha pembuat kamera infra merah asal New Jersey, Amerika Serikat yang mengunjungi ISS pada bulan Oktober 2005. Orang keempat ialah seorang wanita kelahiran Iran yang masih berusia sangat muda saat itu, 34 tahun yang bernama Anousher Anshari. Ia adalah seorang pengusaha di bidang teknologi komunikasi di Texas, Amerika Serikat dan telah berangkat ke stasiun ruang angkasa ISS dengan menggunakan kapsul Soyuz pada tanggal 14 September 2006 dari Cosmodrome Baikonur di Kazakhstan dengan 14 anggota awak ekspedisi, astronot NASA Michael Lopez-Alegria dan kosmonot Rusia Mikhail Turin. Turis antariksa kelima adalah Charles Simonyi yang berumur 58 tahun pada saat itu. Ia adalah seorang pengusaha kelahiran Hongaria dan tinggal di Amerika Serikat. Ia berangkat pada tanggal 9 April 2007 dan menghabiskan waktu sekitar 2 pekan sampai tanggal 21 April 2007 di stasiun ruang angkasa ISS.
Semua turis ruang angkasa yang telah disebutkan di atas telah membayar biaya sebesar 20-25 juta dolar Amerika atau sekitar 180 – 230 miliar rupiah untuk bisa pergi ke luar angkasa.. Tentunya jumlah ini bukanlah harga yang murah bagi kebanyakan orang, karena itulah tidak semua orang dapat menikmati perjalanan ke luar angkasa ini. Melihat animo masyarakat yang cukup besar terhadap perjalanan ruang angkasa, maka mulai muncullah pihak-pihak swasta yang mulai mengerjakan proyek yang sangat berprospek ini, diantaranya adalah milyarder asal Inggris Sir Richard Branson dengan payung Virgin Galaticnya dan European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) yaitu perusahaan penerbangan angkasa luar Eropa.
Dengan harga yang dapat lebih terjangkau, yaitu 200.000 dolar Amerika atau sekitar 2 miliar rupiah, maka masyarakat awam telah bisa menikmati keindahan ruang angkasa dalam waktu 2,5 jam dan ketinggian lebih dari 100 km di atas. Walaupun tidak sampai selama 1 minggu ataupun 2 minggu di stasiun ruang angkasa internasional ISS seperti yang dilakukan turis luar angkasa yang terbang bersama kapsul Soyus Rusia, namun mereka juga menjanjikan keunggulan lain, yaitu para wisatawan bisa berada pada daerah tanpa gravitasi sama sekali atau zero gravity selama kurang lebih 4,5 menit, bisa melihat dengan dekat keindahan bintang-bintang dan bumi serta yang paling penting harga bisa lebih terjangkau.
Dengan konsep yang hampir sama dengan Virgin Galatic, perusahaan penerbangan angkasa luar Eropa EADS sedang merencanakan penerbangan ruang angkasa untuk umum dan akan bergerak sekitar tahun 2015. EADS juga tidak menggunakan roket, tetapi menggunakan sebuah pesawat khusus yang dinamakan Astrium. Pesawat ini memiliki penampilan yang tidak jauh berbeda dengan jet-jet pribadi, menggunakan mesin hibrida campuran jet dan roket, dapat mendarat di landasan pacu manapun serta hanya membutuhkan waktu persiapan 1 minggu bagi para wisatawan untuk bisa terbang. Sama halnya dengan Virgin Galatic, mereka juga menawarkan kenyamanan hidup tanpa gravitasi selama sekitar 4,5 menit dan juga pemandangan ruang angkasa yang menakjubkan di ketinggian 100 km selama sekitar 2,5 jam serta yang paling penting harga pun lebih terjangkau. EADS merencanakan dapat menerbangkan 15.000 orang sampai tahun 2020 mendatang.
Semakin tingginya teknologi penerbangan ruang angkasa, maka akan semakin terbukalah kesempatan bagi setiap orang untuk bisa menikmati keindahan ciptaan Allah di luar angkasa. Semaoga saja suatu saat nanti akan dapat membuka pikiran mereka, yang kebanyakan adalah orang-orang non muslim tentang kebesaran –Nya dan mengakui bahwa tidaklah semua itu tercipta dengan sendirinya, melainkan dengan kekuatan Sang Maha Pencipta dan Maha Tunggal, Allah SWT yang memiliki ilmu yang tidak terbatas. Semakin majunya teknologi, maka semakin banyaklah orang yang dapat menembus batas ruang dan waktu bumi di masa-masa yang akan datang.
No comments:
Post a Comment