Wednesday, February 8, 2012

Pembentukan Planet Bumi (bagian 5)

Tahap V : Terbentuknya Kehidupan Awal

Setelah terbentuknya air di bumi, maka ini adalah permulaan era baru di permukaan bumi yaitu kehidupan makhluk hidup. Para ilmuwan tidak bisa memastikan kapan permulaan itu terjadi, hanya memperkirakannya saja berdasarkan data umur fosil yang ditemukan dan keadaaan tanahnya.

Pembagian zaman yang dilakukan oleh ahli geologi adalah berdasarkan pada jenis makhluk hidup yang tinggal pada saat dan pergerakan bumi yang terjadi. Penulis tekankan di sini bahwa di setiap zaman tidak ada hubungan evolusi yang terjadi dari makhluk satu ke makhluk yang lainnya. Dari data yang diperoleh dari penemuan fosil, ternyata seluruh makhluk hidup yang telah ada dahulu kala bahkan sampai sekarang adalah makhluk yang sempurna, tidak ada yang primitif atau tidak sempurna pada organ tubuhnya. Semua makhluk hidup tersebut diberi oleh pencipta-Nya kemampuan untuk hidup dan mempertahankan diri dengan caranya masing-masing.

Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli paleontologi Inggris ternama, Derek V. Ager, mengakui fakta ini meskipun dirinya seorang evolusionis: “Jika kita mengamati catatan fosil secara terperinci, baik pada tingkat ordo maupun spesies, maka yang selalu kita temukan bukanlah evolusi bertahap, namun ledakan tiba-tiba satu kelompok makhluk hidup yang disertai kepunahan kelompok lain”. Begitulah, Alloh mempergilirkan kehidupan makhluk-makhluk yang menempati Bumi ini. Semua ini muncul dengan tiba-tiba, seperti manusia yang berasal dari Nabi Adam dan Hawa yaitu berasal dari nenek moyangnya sendiri-sendiri.

Kepunahan yang terjadi dengan tiba-tiba itu mungkin bisa disebabkan oleh beragam faktor, antara lain adalah perubahan cuaca yang ekstrim, ketiadaan makanan di suatu wilayah ataupun karena jatuhnya meteor raksasa ataupun komet dari langit. Beberapa penemuan tentang jatuhnya meteor-meteor raksasa ataupun komet yang menabrak bumi telah membawa kemungkinan bahwa hal ini adalah penyebab kemusnahan masal zaman dulu. Yang mengindikasikan bahwa benda langit tersebut pernah menabrak bumi adalah terbentuknya kawah-kawah yang besar di beberapa belahan dunia ini, disertai penemuan batuan-batuan dan logam yang tidak lazim di sana.

Sejumlah sisa kawah-kawah raksasa yang telah ditemukan, termasuk taksiran pada periode Bumi mana ia terbentuk adalah seperti kawah Chicxulub di Meksiko dari perbatasan periode Kretasius (Kapur) -Tersier (65 juta tahun lalu, garis tengah 170 km), kawah Manicouagan di Kanada dari periode Trias-Jura (214 juta tahun lalu, garis tengah 100 km), dan kawah Siljan di Swedia dari masa akhir periode Devon (368 juta tahun lalu, garis tengah 52 km). Penemuan yang lain ialah penemuan kandungan iridium dalam jumlah yang tidak lazim dalam lapisan Bumi, yang diperkirakan berasal dari perbatasan zaman Kretasius (Kapur) dan Tersier. Jumlahnya mencapai 600 kali lebih banyak daripada yang ditemukan di daerah sekitarnya. Iridium adalah sebuah unsur logam dengan nomor atom 77 dalam tabel periodik, merupakan unsur yang banyak ditemukan di benda-benda luar angkasa seperti komet. Penemuan ini didapatkan oleh Luiz Alvarez seorang ahli geologi beserta putranya, Walter pada tahun 1977.

Penemuan ini lebih lanjut membuka pikiran para ilmuwan diantaranya adalah David Raup dan Jack Sepkoski pada tahun 1984 setelah menguji data statistik yang ada. Hasilnya adalah bahwa kemungkinan pemusnahan massal disertai pemunculan jenis spesies lain yang berbeda tersebut mengalami siklus antara 26-30 juta tahun. Dari data ini lahirlah sebuah hipotesis baru mengenai siklus kemusnahan massal ini, yaitu dari Richard Muller, seorang fisikawan dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

Dalam hipotesis Muller, Matahari yang menjadi bintang induk di Tata Surya memiliki pasangan sebuah bintang katai merah (red dwarf) dengan massa yang jauh lebih kecil dan kecerlangan yang juga jauh lebih redup dibanding Matahari. Bersama dengan Matahari, bintang pasangan yang dijuluki Nemesis ini (nama dewi pemberi ganjaran dalam mitos Yunani) mengorbit pusat massa sistem Matahari-Nemesis dalam waktu sekitar 26 juta tahun, sesuai dengan siklus pemusnahan massal di Bumi yang ditemukan dari data statistik.

Setiap 26 juta tahun itulah, kehadiran Nemesis mengganggu awan Oort yang diyakini astronom menjadi sarang triliunan komet di tepian Tata Surya sejauh hingga 100.000 AU dari Matahari (1 AU merupakan jarak rata-rata Bumi-Matahari, sebesar 149. 600.000 km). Komet-komet yang terganggu orbitnya tersebut dapat terlempar ke Tata Surya bagian dalam dan beberapa di antaranya telah menghujani Bumi yang menimbulkan pemusnahan massal di planet ini. Selain tumbukannya sendiri, partikel-partikel debu pekat hasil tumbukan yang terlontar sampai ke stratosfer dapat menghalangi masuknya sinar Matahari, sehingga akan terjadi “kegelapan abadi” yang memicu punahnya makhluk hidup di Bumi.

Hal ini masih terus dilakukan penelitian lebih lanjut, tentang kebenarannya masih belum bisa dipastikan 100%, tetapi paling tidak kita sudah mendapatkan bukti bahwa dahulu kala banyak benda-benda langit yang datang ke bumi yang mungkin membuat bencana kepunahan massal makhluk hidup zaman dahulu.

Periodisasi Zaman-Zaman Menurut Kalender Geologi

1. Zaman Pra-Kambrium (4,5 miliar - 590 juta tahun lalu)

Zaman ini ialah mulainya bumi membentuk kerak bumi, atmosfer dan hidrosfernya. Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini, begitupula dengan gunung-gunung. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3,8 miliar tahun.

Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3,5 miliar tahun. Stromatolit adalah struktur organo-sedimen (simbiose antara ganggang-sedimen gampingan) yang dihasilkan oleh setumpuk besar lembaran coccoid cyanobacteria (dikenal juga sebagai ganggang biru-hijau atau bakteri biru-hijau), melalui pemerangkapan sedimen gampingan, pengikatan, dan/atau pengendapan.Menjelang akhir masa ini, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.

2. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)

Zaman ini ditandai dengan terbentuknya daratan Gondwana, seperti yang telah dijelaskan di atas yang merupakan cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.

Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobita). Trilobita yang muncul secara tiba-tiba pada zaman Kambrium kurang lebih sekitar 530 juta tahun yang lalu ini memiliki struktur mata yang sangat kompleks. Mata ini terdiri dari jutaan partikel kecil menyerupai sarang lebah dan sebuah sistem lensa ganda. Sebagaimana ungkapan David Raup, seorang profesor geologi, mata ini merupakan "sebuah desain optimal, hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di masa kini". Hewan ini tidak berubah bentuk atau mengalami evolusi sama sekali sampai akhir zaman perm pada saat kepunahannya yang juga tiba-tiba itu.

Selain hewan invertebrata, ternyata sudah ada juga hewan vertebrata (bertulang belakang) yang hidup di zaman ini, yaitu spesies ikan Pikaia yang dinamakan Haikouichthys ercaicunensis dan Myllokunmingia fengiiaoa ditemuakan di fauna Chengjiang, China yang diperkirakan berusia 530 juta tahun. Hal ini juga menjadi hantaman keras bagi para evolusionis yang mengatakan bahwa di zaman ini masih belum ada hewan vertebrata.

3. Zaman Ordovisium (500 - 440 juta tahun lalu)

Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang dan beberapa hewan bertulang belakang yang seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona

Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Echinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.

4. Zaman Silur (440 - 410 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung. Pada zaman ini ditemukan pula fosil cladorecan atau kutu air yang hidup 410 juta tahun lalu. Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa kutu air ternyata telah hidup sangat lama dan tidak mengalami evolusi apapun, ditegaskan dengan penemuan fosil sejenis sebelumnya yang berumur 300 juta tahun lebih muda di daerah yang lain.

Selain itu, seperti yang ditulis pada salah satu artikel di situs bbc.co.uk pada januari 2004, ternyata telah ditemukan fosil hewan tertua di daerah Scotlandia yang telah hidup di daratan. Hewan invertebrata ini dinamakan Pneumodesmus newmani , hewan ini lebih tua 20 juta tahun daripada hewan darat yang telah ditemukan sebelumnya, yaitu sejenis laba-laba. Berarti penemuan ini juga melemahkan konsep evolusi yang mengatakan bahwa hewan-hewan pada zaman ini masih berada di lautan, karena belum berevolusi menjadi hewan darat yang bernafas di udara. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara.

5. Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)

Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan, ammonit dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul. Pada Juni 2004, Linda VanAller Hernick dan Frank Mannolini dari Museum Negeri New York menemukan mahkota sebuah pohon besar di sebuah tambang batu pasir, 16 kilometer dari Gilboa, di New York. Penemuan ini dipublikasikan pada Jurnal Nature edisi Maret 2007. Penemuan ini berarti ditemukannya fosil pohon tertua yang diketahui sampai saat ini. Fosil pohon jenis palem-paleman yang disebut Wattieza ini, diperkirakan hidup 380 juta tahun lalu. Sementara itu, samudera menyempit untuk sementara, sedangkan benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).

6. Zaman Karbon (360 - 290 juta tahun lalu)

Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa bermunculan seperti Meganeura yang mirip capung, sejenis predator udara, memiliki bentang sayap 60 hingga 75 cm. Arthropleura yang mirip kaki seribu mencapai panjang 1,8 meter, dan eurypterid dan Hibbertopterid sama besarnya, sementara beberapa jenis kalajengking mencapai 50 atau 70 cm. Jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan sebagai batubara.

7. Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)

“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Jumlah reptilia meningkat semakin banyak dan beragam jenisnya, begitu juga tumbuhan konifer. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam skala besar, trilobit, banyak koral dan ikan. Penemuan yang cukup besar pada zaman ini adalah fosil Seymouria.
Para evolusionis suatu kali menyatakan bahwa fosil Seymouria pada foto ini adalah bentuk peralihan antara amfibi dan reptil. Berdasarkan skenario ini, Seymouria adalah "moyang purba reptil." Akan tetapi, penemuan-penemuan fosil selanjutnya menunjukkan bahwa ternyata reptil hidup di bumi sekitar 30 juta tahun sebelum Seymouria. Fosil tertua Seymouria ditemukan dalam lapisan Permian Bawah, atau 280 juta tahun yang lalu. Namun spesies reptilia tertua yang dikenal, Hylonomus dan Paleothyris, ditemukan di lapisan Pennsylvania Bawah, sekitar 315-330 juta tahun yang lalu. Dengan adanya petunjuk ini, para evolusionis harus menghentikan ulasan mereka tentang Seymouria.

Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.

8. Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Reptilia terbang mulai muncul pada zaman ini, salah satunya adalah Pterodactylus kochi. Mamalia pertama pun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, terdapat pula penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem berkembang dan konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.

9. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, Ammonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Amfibia muncul tiba-tiba dalam jumlah besar dari ketiga kelompok dasar amfibia pada zaman sekarang., seperti kodok, caecilian, dan salamander. Semua data fosil menunjukkan sebagian besar ciri-ciri penting dari keturunan mereka yang hidup sekarang sama seperti nenek moyangnya yang hidup ratusan tahun yang lalu. Dengan kata lain, hewan-hewan ini muncul secara tiba-tiba dan tidak mengalami "evolusi" apapun sejak saat itu.

Burung sejati pertama Archeopteryx muncul pula di zaman ini, ia diperkirakan hidup 150 juta tahun yang lalu. Archeopteryx adalah species burung tertua, memiliki 2 buah sayap yang bercakar, selain itu paruhnya pun memiliki gigi-gigi. Para evolusionis mengatakan bahwa species ini adalah peralihan dari reptil, karena terdapat cakar dan gigi, padahal ini tidak membuktikan apapun. Penelitian menunjukkan bahwa Hoatzin, spesies burung yang hingga kini masih hidup, juga memiliki cakar pada sayapnya ketika masih muda. Archaeopteryx bukan pula satu-satunya "burung bergigi", sebab spesies burung lainnya di masa lalu yang ada dalam catatan fosil juga memiliki gigi.

Sementara itu, daratan Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia.

10. Zaman Kapur (Krestasius) .(140-65 juta tahun lalu)

Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini.
Pada akhir zaman ini, Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit punah. Salah satu penemuan fosil yang hidup di zaman ini adalah Microraptor gui yang ditemukan di China. Hewan terbang dan diperkirakan memiliki 4 buah sayap ini hidup sekitar 130 juta tahun yang lalu. Dikatakan oleh para evolusionis bahwa hewan ini sebagai "nenek moyang burung-burung primitif"
padahal telah diketahui dari pembahasan di atas bahwa Archaeopteryx, yaitu burung tertua yang telah ditemukan dan lebih tua daripada Microraptor gui memiliki struktur tubuh burung sejati. Bagaimana mungkin mereka mengatakan Microraptor gui yang merupakan "nenek moyang burung-burung primitif", padahal ia hidup setelah Archaeopteryx yang muncul di zaman Jura?.

Sementara itu, iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia. Zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang raksasa, yang kemungkinan disebabkan oleh jatuhnya meteor atau komet seperti yang telah dijelaskan di atas dan digantikan oleh spesies lain terutama jenis mamalia.

11. Zaman Tersier (65 - 1,7 juta tahun lalu)

Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Pada zaman Tersier ditemukan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput. Pada zaman Tersier - Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global

12. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu - sekarang)

Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai sekitar 1,7 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang. Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali zaman es (zaman glasial). Pada zaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya. Di antara 4 zaman es ini terdapat zaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat. Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.

Salah satu hewan pada zaman es yang terkenal adalah mammoth, yaitu hewan yang sangat mirip dengan gajah masa kini. Hewan ini memiliki rambut yang sangat tebal dan juga lapisan lemak sebagai pelindung mereka dari dinginnya es. Mammoth banyak ditemukan di wilayah tundra di daerah Eurasia (Eropa-Asia) dan Amerika Utara. Diperkirakan hewan ini telah punah semenjak 10.000 tahun yang lalu, tetapi ternyata ada juga fosil mammoth yang ditemukan di Pulau Wrangel, Siberia yang berumur 4000 tahun.

Diperkirakan Nabi Adam diturunkan ke Bumi pada awal kala Holosen ini atau sekitar 10.000 tahun yang lalu, wallahu a’lam. Ternyata dari 4,5 miliar tahun usia bumi kita, dengan awal masa kehidupan yang diperkirakan 3,5 miliar tahun yang lalu, manusia hanya baru mengisi 10.000 tahun belakangan ini. Sungguh sangat singkat kehidupan manusia, bahkan mungkin bangsa manusia tidak akan bisa mencapai masa yang dialami oleh capung yang hidup mulai 135 juta tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment