Wednesday, February 8, 2012

Pembentukan Planet Bumi (bagian 4)

Tahap IV : Terbentuknya Air (di darat dan laut)

Air adalah sumber kehidupan di bumi, semua makhluk hidup membutuhkan air, baik tumbuhan, hewan maupun manusia. Bahkan tubuh manusia sebagian besarnya terdiri dari air, yaitu 40 sampai 50 liter air atau sekitar 70% dari massa tubuh kita. Air sebagaimana kita ketahui bersama memiliki rumus kimia H2O artinya air terdiri dari 2 atom Hidrogen (H) dan 1 atom oksigen (O). Hidrogen memiliki sifat mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah komponen yang diperlukan untuk terjadinya proses pembakaran. Tetapi karena keagungan-Nya, maka kedua unsur ini bisa bergabung menjadi air yang sulit terbakar bahkan bisa memadamkan kebakaran. Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana dan kapan senyawa yang begitu penting bagi kehidupan ini terbentuk pertama kali.

Karena tidak mungkin dipastikan bagaimana proses awal terbentuknya, maka kita hanya bisa melakukan hipotesa tentang kejadian tersebut. Seperti yang dipaparkan oleh Prof. Adnan Oktar seorang ilmuwan kimia dari Inggris dalam bukunya "The Miracle In The Atom". Dalam kehidupan sehari - hari hidrogen ditemukan dalam bentuk senyawanya yaitu H2 sedangkan oksigen dalam bentuk O2. Kedua unsur tidak dapat begitu saja bersatu lalu membentuk air, tapi diperlukan suhu yang cukup tinggi untuk membentuknya. Untuk bergabung membentuk molekul air, keduanya harus bertumbukan. Sebagai hasil dari tumbukan ini, ikatan-ikatan yang membentuk molekul hidrogen dan oksigen melemah, sehingga tidak ada lagi penghalang untuk bergabungnya atom oksigen dan hidrogen. Suhu yang tinggi akan meningkatkan energi begitu juga kecepatan molekul-molekul ini, sehingga jumlah tumbukan yang terjadi meningkat. Akibatnya, reaksi yang terjadi semakin cepat.

Panas yang diperlukan untuk pembentukan air disuplai selama terbentuknya bumi ini, yang mana menghasilkan banyak uap air. Kemungkinan uap air yang banyak ini akan berkumpul semakin banyak menjadi gumpalan awan. Selanjutnya sama seperti proses terjadinya hujan, apabila uap air ini sudah sangat jenuh dan lebih berat dari udara maka akan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Kemungkinan hujan ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka muncullah di daratan bumi aliran sungai dan mata-mata air. Air ini pastilah akan mengalir ke daerah-daerah yang lebih rendah dan mengisinya sampai penuh, maka jadilah lautan seperti yang kita ketahui saat ini. Selama perjalanannya aliran air dari daratan ini membawa sejumlah mineral garam sampai ke laut, karena itulah lama kelamaan mineral ini menjadi banyak sehingga air laut terasa asin.

Tapi apakah semua air laut terasa asin? Ternyata tidak ! ini dijelaskan oleh Alloh SWT dalam surat Al Fathir ayat 12 : “Dan tiada sama ( antara ) dua laut ; yang ini tawar , segar , sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit . Dan dari masing - masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya , dan pada masing - masingnya kamu lihat kapal - kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia - Nya dan supaya kamu bersyukur” . Dari ayat tersebut Alloh SWT telah mengabarkan bahwa ternyata Dia memiliki 2 buah laut, yaitu laut air tawar dan laut air asin. Laut air asin kita pasti sudah sering menjumpainya, bagaimana dengan laut air tawar ? apakah benar-benar ada dan telah ditemukan? Padahal kapal-kapal pastilah seringkali melewatinya, seperti yang tertulis pada ayat di atas.

Subhanallah, dengan ijin Alloh laut itu telah ditemukan oleh seorang ahli kelautan dan penyelam terkenal yang selalu muncul dalam acara “Discovery” tentang kelautan yang bernama Mr.Jacques Yves Costeau. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Dengan ijin Alloh pula, karena melihat fenomena yang sangat luar biasa itu, ia mendapatkan hidayah dengan memeluk Islam setelah mendapatkan penjelasan tentang firman Alloh surat Al Fathir ayat 12 seperti di atas oleh seorang Profesor muslim. Sekarang saudara kita ini telah dipanggil menghadap-Nya kembali di tahun 1997 dalam usianya 87 tahun dengan membawa keislamannya InsyaAlloh.

Sekarang kita melihat fenomena luar biasa yang lain dari air laut. Antara dua buah laut tidak akan dapat bersatu, jangankan antara laut air tawar dengan laut air asin, antara 2 laut air asin yang berbeda massa jenisnya pun tidak dapat bersatu. Ini seperti yang terdapat pada Al quran surat Ar Rahman ayat 19-20 : "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." Tidak dapatnya kedua laut tersebut bersatu dikatan dalam Al Quran bahwa terdapat batas yang tidak dapat dilalui oleh keduanya. Batas ini ternyata diketahui oleh ahli kelautan terjadi sebagai akibat perbedaan antara massa jenis air laut sehingga ada tegangan permukaan yang menghalangi keduanya untuk bersatu. Tegangan permukaan ini membentuk seperti dinding tipis antara kedua laut.

Penemuan pertemuan antara dua laut yang terpisah ini adalah seperti yang terdapat pada pertemuan antara Laut Tengah dengan Samudera Atlantik. Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Gibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.

No comments:

Post a Comment