Wednesday, February 8, 2012

Mungkinkah Kembali ke Masa Lalu Atau Menuju ke Masa Depan ?

Mungkin pertanyaan itu pernah mengusik hati kita yang ingin sekali mengetahui tentang masa lalu yang sebenarnya ataupun masa depan yang masih misteri itu. Bahkan mungkin kita seringkali menonton acara televisi yang menyajikan berbagai cerita tentang orang yang bisa menjelajah waktu dengan mesin waktu baik ke masa lalu ataupun ke masa yang akan datang. Tetapi apakah semua itu benar-benar bisa kita lakukan ? bagaimana ilmu pengetahuan kita yang ada sekarang ini menjawabnya ?

Pertanyaan pertama, apakah mungkin kita kembali ke masa lalu dengan suatu teknologi dan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang ?. Dalam menjawab pertanyaan ini, ilmuwan fisika terbagi menjadi 3 pendapat, yaitu :

1. Pendapat pertama mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan, karena kita tidak mungkin merubah sejarah yang telah terjadi sampai saat ini. Waktu akan terus berjalan ke depan dan tidak pernah mundur kembali.

2. Pendapat kedua mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan dengan cara melewati gelombang waktu, walaupun sampai sekarang pun kita masih belum mengerti bagaimana caranya bisa menembus gelombang waktu di masa lalu itu. Tetapi, menurut pendapat ini kita sama sekali tidak dapat merubah sejarah. Apabila kita benar-benar bisa pergi ke masa lalu, maka kita hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi tetapi tidak dapat melakukan sesuatu pun untuk merubah keadaan tersebut.

3. Pendapat ketiga mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan dan kita pun dapat merubah sejarah itu. Tetapi mereka menambahkan bahwa sejarah yang berhasil kita rubah itu sama sekali tidak akan merubah sejarah yang telah terjadi pada dimensi kita sekarang ini, melainkan akan terjadi pada dimensi manusia yang lain. Jadi di dunia ini terdapat banyak sekali dimensi kehidupan manusia lainnya yang berbeda-beda. Pendapat ini mungkin menjadi inspirasi beberapa film fiksi ilmiah di televisi maupun film layar lebar.

Dari ketiga pendapat ini manakah yang lebih realistis ?. Mungkin yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat pertama tentunya. Waktu yang telah Allah ciptakan ini tidaklah mungkin dapat berjalan mundur lagi, sebagaimana kiamat, ia tidak dapat ditunda-tunda lagi kedatangannya. Ditambah lagi, waktu bukanlah sesuatu yang konkrit, sehingga dalam mempelajari hakekatnya saja sudah tidak mungkin, apalagi melewati gelombangnya. Sampai saat ini tidak ada satu cabang ilmu pun yang dapat menjelaskan dengan baik dan konkrit bagaimana cara untuk bisa kembali ke masa lalu, apalagi menciptakan teknologi untuk menembus masa lalu itu.

Walaupun kita tidaklah dapat menembus masa lalu, tetapi sebenarnya fenomena alam yang seringkali kita saksikan sebenarnya kebanyakan adalah masa lalu. Sebagai contoh adalah cahaya matahari yang kita lihat di pagi hari misalnya, sebenarnya adalah cahaya matahari yang berasal dari masa 8 menit sebelumnya. Bagaimana hal itu bisa terjadi ? cahaya matahari memiliki kecepatan 300.000 km/detik untuk menjalar, sedangkan jarak matahari dan bumi adalah sekitar 149 juta kilometer jauhnya, sehingga cahaya itu membutuhkan waktu sekitar 8 menit untuk sampai ke bumi kita ini, barulah kita mendapatkan informasinya. Andaikan matahari itu sekarang ini meledak, maka kita akan mengetahui informasi itu 8 menit setelah ledakan tersebut terjadi. Masih banyak lagi fenomena seperti itu di alam ini, apalagi bintang-bintang yang nampak di langit, yang jaraknya saja bisa sampai puluhan ribu bahkan jutaan tahun cahaya jauhnya dari bumi kita ini. Berarti sebenarnya yang kita lihat sekarang ini adalah masa lalu bintang-bintang itu, yang bisa jadi puluhan ribu atau jutaan tahun yang lalu. Sedangkan sekarang ini apakah bintang-bintang itu sebenarnya masih ada atau telah meledak akan sulit sekali kita ketahui, karena jauhnya jarak mereka dari bumi. Bintang yang paling dekat dengan matahari kita saja, yaitu alpha centauri berjarak 4,3 tahun cahaya jauhnya. Berarti bintang di alpha centauri yang kita saksikan saat ini sebenarnya adalah keadaan bintang itu ketika 4,3 tahun yang lalu.

Begitulah kira-kira hakekat fenomena masa lalu yang dapat kita pahami dari sisi ilmu pengetahuan saat ini. Sehingga sampai saat ini kita tidak akan pernah lepas dari fenomena masa lalu itu, bahkan kita selalu akan menjalaninya.

Sekarang bagaimana dengan pertanyaan kedua, mungkinkah kita menuju ke masa depan ?. Bagaimana caranya agar kita dapat melintasi waktu untuk pergi ke masa depan ?

Dari beberapa kisah yang telah kami paparkan sebelumnya telah diceritakan tentang beberapa kisah nyata yang terjadi di masa lalu yang dikabarkan Al Qur’an dan hadits tentang orang-orang yang pergi ke masa depannya. Kisah Ashabul Kahfi yang melintasi waktu sampai 309 tahun ke masa depan, Uzair yang dibangkitkan kembali 100 tahun dari masa hidupnya begitu pula dengan Nabi Isa AS yang telah diangkat ke langit dan akan kembali ke bumi di masa depan, padahal sampai saat ini beliau telah diangkat sekitar 2000 tahun yang lalu.

Dari beberapa hadits Nabi pun pernah ada yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengalaminya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa pada suatu hari Nabi berkata kepada Bilal RA, “ Aku masuk surga, maka terdengar olehku suara gesekan sandalmu di hadapanku di dalam surga itu.Maka dari itu, beritahukan aku, amal apakah yang paling kamu harapkan yang telah kamu lakukan dalam Islam ? Bilal berkata,”Tidak ada amalan yang telah aku lakukan dalam Islam, yang lebih aku harapkan manfaatnya, selain bersuci dengan sempurna, baik siang maupun malam, lalu aku shalat dengan wudlu itu sebanyak-banyaknya yang telah ditetapkan Allah untukku.”

Hadits di atas adalah pembicaran langsung antara Nabi dengan Bilal, berarti pada saat itu Bilal masih berada di dunia ini, tetapi ternyata Nabi telah mendengar suara sandalnya ketika beliau memasuki surga, bagaimana mungkin ?. Berarti pastilah Rasulullah saat itu diperdengarkan oleh Allah suatu dimensi masa depan ketika Bilal telah masuk ke dalam surga, sebagai mukjizat atas beliau.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim ada suatu riwayat dari Abu Hurairah RA, dia berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Aku melihat Amr bin Amir bin Luhay Al Khuza’i (Ibnu Qam’ah bin Khandaq saudara Bani Ka’ab) sedang menyeret punggungnya (berjalan terlentang) di dalam neraka.”

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim pula ada suatu riwayat dari Imran bin Hushain RA, dia berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, Aku pernah memeriksa surga, maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan pernah pula aku memeriksa neraka, maka kulihat kebanyakan kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.”

Bagaimana mungkin Rasulullah SAW melihat berbagai siksaan atas orang-orang yang masuk neraka tersebut, padahal saat itu masih belum terjadi hari penghisaban seluruh amal perbuatan ?. Hal ini bisa saja terjadi ketika saat itu Allah memperlihatkan kepada beliau tentang dimensi masa depan ketika orang-orang yang durhaka itu telah disiksa di dalam neraka.

Selain itu, Rasulullah SAW banyak sekali mengeluarkan hadits tentang kejadian-kejadian di masa depan, seperti kejadian yang akan menimpa sahabat-sahabat beliau sepeninggalnya, kemunculan Dajjal, Imam Mahdi, Ya’juj Ma’juj, Nabi Isa AS dan banyak lagi. Mungkin sebagian besar berita-berita itu disampaikan oleh Allah melalui Jibril, tetapi tidak menutup kemungkinan kejadian-kejadian itu dialami beliau melalui mimpi sehingga seakan-akan beliau menyaksikan langsung kejadian di dimensi masa depan itu.

Salah satu hadits itu adalah peristiwa di akhir zaman tentang kehancuran Ka’bah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “ Ka’bah ini akan dirobohkan oleh Dzussuwaiqatain (Sang pemilik dua betis yang kecil) dari Habasyah. Dia merampas perhiasannya, dan melepas kiswahnya. Aku seakan-akan melihatnya, orangnya kecil botak dengan tulang-tulang persendian bengkok sedang menghantam Ka’bah dengan sekop dan kapaknya.”

Walaupun Rasulullah tidak langsung pergi menuju ke masa depan, tetapi penampakan masa depan di hadapan beliau telah sering sekali ditampakkan oleh Allah untuknya sebagai mukjizat dan kabar untuk generasi selanjutnya.
Bagaimana dengan komentar pembaca?

Wahana Ruang Angkasa Masa Depan

Manusia dengan berbagai mimpinya untuk pergi ke tempat-tempat yang tidak diketahuinya di seluruh penjuru alam semesta ini, membuatnya merencanakan perjalanan panjang mengarungi jagat raya untuk melihat daerah-daerah tersebut. Sampai sekarang terdapat beberapa rancangan wahana angkasa masa depan yang akan dipersiapkan untuk mengararungi jagat raya menuju ke bintang-bintang jauh di beberapa tempat di jagat raya ini. Paling sedikit ada 3 buah rancangan wahana angkasa itu, yaitu wahana angkasa yang disebut wahana bintang Orion rancangan Theodore Taylor dkk, Daedalus rancangan British Interplanetary Society (BIS) dan Interstellar Ramjet rancangan R.W. Bussard dkk.

Tidak ada satu wahana pun yang kami sebutkan di atas yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat ini, paling tidak baru bisa dibangun pada pertengahan abad ke 21 ini. Masing-masing rancangan memiliki keunggulan dan keunikan sendiri, baik model desain maupun sumber tenaga pendorongnya. Semua wahana ini rencananya tidak akan dibuat di bumi, tetapi akan dibuat di stasiun ruang angkasa yang mengorbit di bumi, terutama penyebabnya adalah sumber bahan bakar yang dipakai akan membuat pancaran radioaktif yang berbahaya untuk kehidupan di bumi.

Proyek Orion direncanakan memiliki tujuan adalah mengunjungi bintang-bintang, terutama bintang-bintang yang memiliki sistem planet seperti tata surya kita. Wahana Orion tenaga penggeraknya didesain dengan cara menggabungkan antara kekuatan ledakan bom hidrogen dengan senjata nuklir. Masing-masing ledakan itu akan menjadikan Orion sebagai sebuah perahu motor nuklir yang besar yang mengarungi angkasa luar. Proyek ini telah secara serius dikembangkan oleh Amerika Serikat sampai adanya perjanjian internasional yang melarang penggunaan ledakan senjata nuklir di luar angkasa. Sebenarnya proyek ini bisa saja untuk direalisasikan saat ini, karena teknologi nuklir dan bom hidrogen telah ditemukan, hanya saja untuk menghormati perjanjian internasional maka proyek ini dihentikan.

Proyek Daedalus adalah desain terbaru dari British Interplanetary Society (BIS). Wahana angkasa ini direncanakan menggunakan reaktor fusi nuklir (yaitu reaksi nuklir seperti yang terjadi pada matahari kita). Reaktor fusi nuklir lebih aman dan efisien dibandingkan pembangkit tenaga fisi nuklir seperti yang ada saat ini. Manusia saat ini masih belum memiliki reaktor fusi nuklir, tetapi teknologi ini diharapkan dapat direalisasikan dalam beberapa dekade mendatang. Karena sebab itulah proyek ini masih belum bisa direalisasikan sampai saat ini.

Orion dan Daedalus dirancang untuk dapat terbang dengan kecepatan 10% dari kecepatan cahaya atau sekitar 30.000 km/detik. Jika mereka terbang menuju ke bintang terdekat dari matahari kita yaitu Alpha Centauri yang jaraknya adalah 4,3 tahun cahaya, maka mereka akan sampai ke sana dalam waktu 43 tahun. Wahana angkasa ini masih belum bisa menjangkau kecepatan relativistik, yaitu kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Mungkin dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang kita dapat merealisasikannya.

Untuk menjangkau bintang-bintang dekat, mungkin harus dilakukan usaha yang lain jika kita menggunakan Orion ataupun Daedalus. Mungkin saja kedua wahana ini bisa menjadi sebuah wahana multigenerasi, sehingga apabila mereka ingin menuju ke planet pada bintang-bintang lain maka harus diatur dulu keturunan-keturunannya yang telah direncanakan selama beberapa abad ke depan. Atau dengan cara lain lagi yaitu mungkin saja suatu saat nanti dapat dibuat sebuah sarana aman hibernasi (tidur panjang) untuk manusia, maka si penjelajah angkasa dapat dibekukan dan kemudian dibangunkan kembali setelah beberapa abad berikutnya. Mungkin saja suatu saat nanti dapat ditemukan sistem bintang yang ternyata dihuni oleh makhluk hidup ciptaan Allah yang lainnya. Bukankah Allah Maha Pencipta, yang dapat menciptakan segala macam makhluk serta menyebarkannya di seluruh langit dan bumi ?

Dan di antara ayat - ayat ( tanda - tanda kekuasaan ) - Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk - makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya . Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki – Nya. (Surat Asy Syura ayat 29) .

Sedangkan wahana angkasa Interstellar Ramjet dapat memiliki kecepatan relativistik, yaitu wahana yang menjadi impian dan tujuan selama beberapa ratus tahun belakangan ini. Secara prinsipnya wahana ini bisa saja dibuat. Salah satu rancangannya dikeluarkan oleh R.W. Bussard. Bahan bakar yang akan dipakainya sebagian besar adalah atom hidrogen. Ramjet memilki alat yang digunakan untuk mengeruk atau menyerap atom-atom hidrogen tersebut dari materi antar bintang, sehingga bahan bakarnya akan terus tersedia selama perjalanan jauhnya.Kemudian atom-atom hidrogen ini akan dipercepat menuju ke mesin reaktor fusi nuklir lalu dikeluarkan ke belakang dengan sangat kuat untuk mendorong pesawat ini. Tetapi, kesulitan pada wahana ini adalah pada jagat raya kita hanya terdapat 1 atom hidrogen pada setiap 10 centimeter kubik, yaitu volume pada ukuran sebuah anggur. Maka, agar wahana angkasa ini dapat bekerja, ia membutuhkan ukuran diameter depan pengeruk atom hidrogen sebesar ratusan kilometer. Ukuran ini begitu besarnya seakan-akan wahana angkasa ini adalah sebuah dunia kecil.

Semua wahana angkasa ini direncanakan sebagai mesin kendaraan angkasa masa depan. mungkin saja suatu saat nanti dapat direalisasikan, tetapi tentu saja dengan wahana angkasa ini tidak akan mungkin dapat menghalangi keputusan Allah jika suatu saat nanti terjadi kiamat. Kiamat tidak saja akan terjadi di bumi, tetapi kehancuran semua alam semesta. Manusia tidak akan dapat melarikan diri dari kehancuran itu walaupun mengendarai wahana angkasa yang super canggih sekalipun.

Wisata ke Ruang Angkasa

Wisata ke ruang angkasa untuk melihat lebih dekat ciptaan Allah yang Maha Besar yaitu bintang-bintang, bumi dan langit mungkin menjadi impian sebagian orang di muka bumi ini. Sekarang ini, dengan semakin majunya perkembangan teknologi antariksa maka impian itu tidaklah lagi sekedar impian, karena perjalanan ke ruang angkasa telah dibuka untuk kalangan umum.


Agen ruang angkasa Rusia telah memulai lebih dahulu dengan mengadakan wisata ke ruang angkasa di tahun 2001. Adalah Dennis Tito, yaitu seorang berkebangsaan Amerika Serikat, seorang pengusaha dan mantan pegawai NASA ini merupakan orang awam pertama yang berwisata ke ruang angkasa pada tanggal 28 April 2001 silam. Ia bersama 2 orang kosmonot Rusia, yaitu Talgat Musabayev dan Yuri Baturin berangkat dengan kapsul ruang angkasa Soyuz milik Rusia menuju ke ISS di orbit bumi. Tito yang berumur 77 tahun ini tinggal selama 1 minggu di stasiun ruang angkasa internasional ISS sambil melakukan beberapa tugas yang diserahkan kepadanya oleh awak ISS, selain itu ia juga melakukan pemotretan bumi di dalam ruang yang bergravitasi rendah itu. Ia kembali lagi ke bumi pada tanggal 6 Mei 2001 setelah puas berada di ruang angkasa dengan membawa sejuta kenangan baginya. Kapsul Soyuz yang membawanya itu mendarat kembali dengan normal di padang stepa, 300 km sebelah barat Astana, ibukota Kazakhstan.

Setelah perjalanan Dennis Tito, maka mulailah berurutan orang-orang awam yang ikut pula pergi ke ruang angkasa. Orang kedua setelah Dennis Tito dari Amerika Serikat adalah Mark Shuttleworth yaitu pengusaha asal Afrika Selatan pada bulan April 2002. Orang ketiga adalah Gregory Olsen yang berusia 60 tahun yaitu seorang pengusaha pembuat kamera infra merah asal New Jersey, Amerika Serikat yang mengunjungi ISS pada bulan Oktober 2005. Orang keempat ialah seorang wanita kelahiran Iran yang masih berusia sangat muda saat itu, 34 tahun yang bernama Anousher Anshari. Ia adalah seorang pengusaha di bidang teknologi komunikasi di Texas, Amerika Serikat dan telah berangkat ke stasiun ruang angkasa ISS dengan menggunakan kapsul Soyuz pada tanggal 14 September 2006 dari Cosmodrome Baikonur di Kazakhstan dengan 14 anggota awak ekspedisi, astronot NASA Michael Lopez-Alegria dan kosmonot Rusia Mikhail Turin. Turis antariksa kelima adalah Charles Simonyi yang berumur 58 tahun pada saat itu. Ia adalah seorang pengusaha kelahiran Hongaria dan tinggal di Amerika Serikat. Ia berangkat pada tanggal 9 April 2007 dan menghabiskan waktu sekitar 2 pekan sampai tanggal 21 April 2007 di stasiun ruang angkasa ISS.

Semua turis ruang angkasa yang telah disebutkan di atas telah membayar biaya sebesar 20-25 juta dolar Amerika atau sekitar 180 – 230 miliar rupiah untuk bisa pergi ke luar angkasa.. Tentunya jumlah ini bukanlah harga yang murah bagi kebanyakan orang, karena itulah tidak semua orang dapat menikmati perjalanan ke luar angkasa ini. Melihat animo masyarakat yang cukup besar terhadap perjalanan ruang angkasa, maka mulai muncullah pihak-pihak swasta yang mulai mengerjakan proyek yang sangat berprospek ini, diantaranya adalah milyarder asal Inggris Sir Richard Branson dengan payung Virgin Galaticnya dan European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) yaitu perusahaan penerbangan angkasa luar Eropa.

Dengan harga yang dapat lebih terjangkau, yaitu 200.000 dolar Amerika atau sekitar 2 miliar rupiah, maka masyarakat awam telah bisa menikmati keindahan ruang angkasa dalam waktu 2,5 jam dan ketinggian lebih dari 100 km di atas. Walaupun tidak sampai selama 1 minggu ataupun 2 minggu di stasiun ruang angkasa internasional ISS seperti yang dilakukan turis luar angkasa yang terbang bersama kapsul Soyus Rusia, namun mereka juga menjanjikan keunggulan lain, yaitu para wisatawan bisa berada pada daerah tanpa gravitasi sama sekali atau zero gravity selama kurang lebih 4,5 menit, bisa melihat dengan dekat keindahan bintang-bintang dan bumi serta yang paling penting harga bisa lebih terjangkau.

Sir Richard Bronson dengan perusahaan Virgin Galaticnya berencana akan mulai menjalankan bisnisnya ini sekitar tahun 2010 karena sekarang pesawat ruang angkasa Virgin yang dinamakan SpaceShip Two ini masih dalam masa pembuatan, baru sekitar 60 % yang berhasil dibangun, sedangkan pesawat pengangkutnya yang bernama White Knight Two selesai pada akhir tahun 2008 dan akan segera menjalani tes uji coba. Virgin Galatic tidak menggunakan roket untuk pergi ke ruang angkasa, hanya saja ia menggantikannya dengan 1 buah pesawat ruang angkasa yang bisa menampung 6 orang wisatawan dan 2 orang pilot yang akan diangkut oleh sebuah pesawat pengangkut. Pertama-tama, pesawat ruang angkasa SpaceShip Two (SP 2) akan diangkut oleh White Knight Two (WK 2) sampai pada ketinggian tertentu kemudian barulah SP 2 menyalakan bahan bakarnya untuk terbang sampai ketinggian sekitar 110 km dan kembali ke bumi setelah menempuh perjalanan total selama 2,5 jam. Menurut Sir Richard Bronson sendiri, saat ini terdapat 200 orang yang telah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam wisata ruang angkasanya, sedangkan 85.000 orang lain telah menyatakan berminat. Virgin Galactic meluncurkan penerbangannya dari pangkalan ruang angkasa di California dan New Mexico pada tahun 2010 .

Dengan konsep yang hampir sama dengan Virgin Galatic, perusahaan penerbangan angkasa luar Eropa EADS sedang merencanakan penerbangan ruang angkasa untuk umum dan akan bergerak sekitar tahun 2015. EADS juga tidak menggunakan roket, tetapi menggunakan sebuah pesawat khusus yang dinamakan Astrium. Pesawat ini memiliki penampilan yang tidak jauh berbeda dengan jet-jet pribadi, menggunakan mesin hibrida campuran jet dan roket, dapat mendarat di landasan pacu manapun serta hanya membutuhkan waktu persiapan 1 minggu bagi para wisatawan untuk bisa terbang. Sama halnya dengan Virgin Galatic, mereka juga menawarkan kenyamanan hidup tanpa gravitasi selama sekitar 4,5 menit dan juga pemandangan ruang angkasa yang menakjubkan di ketinggian 100 km selama sekitar 2,5 jam serta yang paling penting harga pun lebih terjangkau. EADS merencanakan dapat menerbangkan 15.000 orang sampai tahun 2020 mendatang.

Semakin tingginya teknologi penerbangan ruang angkasa, maka akan semakin terbukalah kesempatan bagi setiap orang untuk bisa menikmati keindahan ciptaan Allah di luar angkasa. Semaoga saja suatu saat nanti akan dapat membuka pikiran mereka, yang kebanyakan adalah orang-orang non muslim tentang kebesaran –Nya dan mengakui bahwa tidaklah semua itu tercipta dengan sendirinya, melainkan dengan kekuatan Sang Maha Pencipta dan Maha Tunggal, Allah SWT yang memiliki ilmu yang tidak terbatas. Semakin majunya teknologi, maka semakin banyaklah orang yang dapat menembus batas ruang dan waktu bumi di masa-masa yang akan datang.

Pembentukan Planet Bumi (bagian 5)

Tahap V : Terbentuknya Kehidupan Awal

Setelah terbentuknya air di bumi, maka ini adalah permulaan era baru di permukaan bumi yaitu kehidupan makhluk hidup. Para ilmuwan tidak bisa memastikan kapan permulaan itu terjadi, hanya memperkirakannya saja berdasarkan data umur fosil yang ditemukan dan keadaaan tanahnya.

Pembagian zaman yang dilakukan oleh ahli geologi adalah berdasarkan pada jenis makhluk hidup yang tinggal pada saat dan pergerakan bumi yang terjadi. Penulis tekankan di sini bahwa di setiap zaman tidak ada hubungan evolusi yang terjadi dari makhluk satu ke makhluk yang lainnya. Dari data yang diperoleh dari penemuan fosil, ternyata seluruh makhluk hidup yang telah ada dahulu kala bahkan sampai sekarang adalah makhluk yang sempurna, tidak ada yang primitif atau tidak sempurna pada organ tubuhnya. Semua makhluk hidup tersebut diberi oleh pencipta-Nya kemampuan untuk hidup dan mempertahankan diri dengan caranya masing-masing.

Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli paleontologi Inggris ternama, Derek V. Ager, mengakui fakta ini meskipun dirinya seorang evolusionis: “Jika kita mengamati catatan fosil secara terperinci, baik pada tingkat ordo maupun spesies, maka yang selalu kita temukan bukanlah evolusi bertahap, namun ledakan tiba-tiba satu kelompok makhluk hidup yang disertai kepunahan kelompok lain”. Begitulah, Alloh mempergilirkan kehidupan makhluk-makhluk yang menempati Bumi ini. Semua ini muncul dengan tiba-tiba, seperti manusia yang berasal dari Nabi Adam dan Hawa yaitu berasal dari nenek moyangnya sendiri-sendiri.

Kepunahan yang terjadi dengan tiba-tiba itu mungkin bisa disebabkan oleh beragam faktor, antara lain adalah perubahan cuaca yang ekstrim, ketiadaan makanan di suatu wilayah ataupun karena jatuhnya meteor raksasa ataupun komet dari langit. Beberapa penemuan tentang jatuhnya meteor-meteor raksasa ataupun komet yang menabrak bumi telah membawa kemungkinan bahwa hal ini adalah penyebab kemusnahan masal zaman dulu. Yang mengindikasikan bahwa benda langit tersebut pernah menabrak bumi adalah terbentuknya kawah-kawah yang besar di beberapa belahan dunia ini, disertai penemuan batuan-batuan dan logam yang tidak lazim di sana.

Sejumlah sisa kawah-kawah raksasa yang telah ditemukan, termasuk taksiran pada periode Bumi mana ia terbentuk adalah seperti kawah Chicxulub di Meksiko dari perbatasan periode Kretasius (Kapur) -Tersier (65 juta tahun lalu, garis tengah 170 km), kawah Manicouagan di Kanada dari periode Trias-Jura (214 juta tahun lalu, garis tengah 100 km), dan kawah Siljan di Swedia dari masa akhir periode Devon (368 juta tahun lalu, garis tengah 52 km). Penemuan yang lain ialah penemuan kandungan iridium dalam jumlah yang tidak lazim dalam lapisan Bumi, yang diperkirakan berasal dari perbatasan zaman Kretasius (Kapur) dan Tersier. Jumlahnya mencapai 600 kali lebih banyak daripada yang ditemukan di daerah sekitarnya. Iridium adalah sebuah unsur logam dengan nomor atom 77 dalam tabel periodik, merupakan unsur yang banyak ditemukan di benda-benda luar angkasa seperti komet. Penemuan ini didapatkan oleh Luiz Alvarez seorang ahli geologi beserta putranya, Walter pada tahun 1977.

Penemuan ini lebih lanjut membuka pikiran para ilmuwan diantaranya adalah David Raup dan Jack Sepkoski pada tahun 1984 setelah menguji data statistik yang ada. Hasilnya adalah bahwa kemungkinan pemusnahan massal disertai pemunculan jenis spesies lain yang berbeda tersebut mengalami siklus antara 26-30 juta tahun. Dari data ini lahirlah sebuah hipotesis baru mengenai siklus kemusnahan massal ini, yaitu dari Richard Muller, seorang fisikawan dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

Dalam hipotesis Muller, Matahari yang menjadi bintang induk di Tata Surya memiliki pasangan sebuah bintang katai merah (red dwarf) dengan massa yang jauh lebih kecil dan kecerlangan yang juga jauh lebih redup dibanding Matahari. Bersama dengan Matahari, bintang pasangan yang dijuluki Nemesis ini (nama dewi pemberi ganjaran dalam mitos Yunani) mengorbit pusat massa sistem Matahari-Nemesis dalam waktu sekitar 26 juta tahun, sesuai dengan siklus pemusnahan massal di Bumi yang ditemukan dari data statistik.

Setiap 26 juta tahun itulah, kehadiran Nemesis mengganggu awan Oort yang diyakini astronom menjadi sarang triliunan komet di tepian Tata Surya sejauh hingga 100.000 AU dari Matahari (1 AU merupakan jarak rata-rata Bumi-Matahari, sebesar 149. 600.000 km). Komet-komet yang terganggu orbitnya tersebut dapat terlempar ke Tata Surya bagian dalam dan beberapa di antaranya telah menghujani Bumi yang menimbulkan pemusnahan massal di planet ini. Selain tumbukannya sendiri, partikel-partikel debu pekat hasil tumbukan yang terlontar sampai ke stratosfer dapat menghalangi masuknya sinar Matahari, sehingga akan terjadi “kegelapan abadi” yang memicu punahnya makhluk hidup di Bumi.

Hal ini masih terus dilakukan penelitian lebih lanjut, tentang kebenarannya masih belum bisa dipastikan 100%, tetapi paling tidak kita sudah mendapatkan bukti bahwa dahulu kala banyak benda-benda langit yang datang ke bumi yang mungkin membuat bencana kepunahan massal makhluk hidup zaman dahulu.

Periodisasi Zaman-Zaman Menurut Kalender Geologi

1. Zaman Pra-Kambrium (4,5 miliar - 590 juta tahun lalu)

Zaman ini ialah mulainya bumi membentuk kerak bumi, atmosfer dan hidrosfernya. Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini, begitupula dengan gunung-gunung. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3,8 miliar tahun.

Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3,5 miliar tahun. Stromatolit adalah struktur organo-sedimen (simbiose antara ganggang-sedimen gampingan) yang dihasilkan oleh setumpuk besar lembaran coccoid cyanobacteria (dikenal juga sebagai ganggang biru-hijau atau bakteri biru-hijau), melalui pemerangkapan sedimen gampingan, pengikatan, dan/atau pengendapan.Menjelang akhir masa ini, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.

2. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)

Zaman ini ditandai dengan terbentuknya daratan Gondwana, seperti yang telah dijelaskan di atas yang merupakan cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.

Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobita). Trilobita yang muncul secara tiba-tiba pada zaman Kambrium kurang lebih sekitar 530 juta tahun yang lalu ini memiliki struktur mata yang sangat kompleks. Mata ini terdiri dari jutaan partikel kecil menyerupai sarang lebah dan sebuah sistem lensa ganda. Sebagaimana ungkapan David Raup, seorang profesor geologi, mata ini merupakan "sebuah desain optimal, hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di masa kini". Hewan ini tidak berubah bentuk atau mengalami evolusi sama sekali sampai akhir zaman perm pada saat kepunahannya yang juga tiba-tiba itu.

Selain hewan invertebrata, ternyata sudah ada juga hewan vertebrata (bertulang belakang) yang hidup di zaman ini, yaitu spesies ikan Pikaia yang dinamakan Haikouichthys ercaicunensis dan Myllokunmingia fengiiaoa ditemuakan di fauna Chengjiang, China yang diperkirakan berusia 530 juta tahun. Hal ini juga menjadi hantaman keras bagi para evolusionis yang mengatakan bahwa di zaman ini masih belum ada hewan vertebrata.

3. Zaman Ordovisium (500 - 440 juta tahun lalu)

Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang dan beberapa hewan bertulang belakang yang seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona

Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Echinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.

4. Zaman Silur (440 - 410 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung. Pada zaman ini ditemukan pula fosil cladorecan atau kutu air yang hidup 410 juta tahun lalu. Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa kutu air ternyata telah hidup sangat lama dan tidak mengalami evolusi apapun, ditegaskan dengan penemuan fosil sejenis sebelumnya yang berumur 300 juta tahun lebih muda di daerah yang lain.

Selain itu, seperti yang ditulis pada salah satu artikel di situs bbc.co.uk pada januari 2004, ternyata telah ditemukan fosil hewan tertua di daerah Scotlandia yang telah hidup di daratan. Hewan invertebrata ini dinamakan Pneumodesmus newmani , hewan ini lebih tua 20 juta tahun daripada hewan darat yang telah ditemukan sebelumnya, yaitu sejenis laba-laba. Berarti penemuan ini juga melemahkan konsep evolusi yang mengatakan bahwa hewan-hewan pada zaman ini masih berada di lautan, karena belum berevolusi menjadi hewan darat yang bernafas di udara. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara.

5. Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)

Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan, ammonit dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul. Pada Juni 2004, Linda VanAller Hernick dan Frank Mannolini dari Museum Negeri New York menemukan mahkota sebuah pohon besar di sebuah tambang batu pasir, 16 kilometer dari Gilboa, di New York. Penemuan ini dipublikasikan pada Jurnal Nature edisi Maret 2007. Penemuan ini berarti ditemukannya fosil pohon tertua yang diketahui sampai saat ini. Fosil pohon jenis palem-paleman yang disebut Wattieza ini, diperkirakan hidup 380 juta tahun lalu. Sementara itu, samudera menyempit untuk sementara, sedangkan benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).

6. Zaman Karbon (360 - 290 juta tahun lalu)

Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa bermunculan seperti Meganeura yang mirip capung, sejenis predator udara, memiliki bentang sayap 60 hingga 75 cm. Arthropleura yang mirip kaki seribu mencapai panjang 1,8 meter, dan eurypterid dan Hibbertopterid sama besarnya, sementara beberapa jenis kalajengking mencapai 50 atau 70 cm. Jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan sebagai batubara.

7. Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)

“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Jumlah reptilia meningkat semakin banyak dan beragam jenisnya, begitu juga tumbuhan konifer. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam skala besar, trilobit, banyak koral dan ikan. Penemuan yang cukup besar pada zaman ini adalah fosil Seymouria.
Para evolusionis suatu kali menyatakan bahwa fosil Seymouria pada foto ini adalah bentuk peralihan antara amfibi dan reptil. Berdasarkan skenario ini, Seymouria adalah "moyang purba reptil." Akan tetapi, penemuan-penemuan fosil selanjutnya menunjukkan bahwa ternyata reptil hidup di bumi sekitar 30 juta tahun sebelum Seymouria. Fosil tertua Seymouria ditemukan dalam lapisan Permian Bawah, atau 280 juta tahun yang lalu. Namun spesies reptilia tertua yang dikenal, Hylonomus dan Paleothyris, ditemukan di lapisan Pennsylvania Bawah, sekitar 315-330 juta tahun yang lalu. Dengan adanya petunjuk ini, para evolusionis harus menghentikan ulasan mereka tentang Seymouria.

Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.

8. Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Reptilia terbang mulai muncul pada zaman ini, salah satunya adalah Pterodactylus kochi. Mamalia pertama pun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, terdapat pula penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem berkembang dan konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.

9. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, Ammonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Amfibia muncul tiba-tiba dalam jumlah besar dari ketiga kelompok dasar amfibia pada zaman sekarang., seperti kodok, caecilian, dan salamander. Semua data fosil menunjukkan sebagian besar ciri-ciri penting dari keturunan mereka yang hidup sekarang sama seperti nenek moyangnya yang hidup ratusan tahun yang lalu. Dengan kata lain, hewan-hewan ini muncul secara tiba-tiba dan tidak mengalami "evolusi" apapun sejak saat itu.

Burung sejati pertama Archeopteryx muncul pula di zaman ini, ia diperkirakan hidup 150 juta tahun yang lalu. Archeopteryx adalah species burung tertua, memiliki 2 buah sayap yang bercakar, selain itu paruhnya pun memiliki gigi-gigi. Para evolusionis mengatakan bahwa species ini adalah peralihan dari reptil, karena terdapat cakar dan gigi, padahal ini tidak membuktikan apapun. Penelitian menunjukkan bahwa Hoatzin, spesies burung yang hingga kini masih hidup, juga memiliki cakar pada sayapnya ketika masih muda. Archaeopteryx bukan pula satu-satunya "burung bergigi", sebab spesies burung lainnya di masa lalu yang ada dalam catatan fosil juga memiliki gigi.

Sementara itu, daratan Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia.

10. Zaman Kapur (Krestasius) .(140-65 juta tahun lalu)

Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini.
Pada akhir zaman ini, Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit punah. Salah satu penemuan fosil yang hidup di zaman ini adalah Microraptor gui yang ditemukan di China. Hewan terbang dan diperkirakan memiliki 4 buah sayap ini hidup sekitar 130 juta tahun yang lalu. Dikatakan oleh para evolusionis bahwa hewan ini sebagai "nenek moyang burung-burung primitif"
padahal telah diketahui dari pembahasan di atas bahwa Archaeopteryx, yaitu burung tertua yang telah ditemukan dan lebih tua daripada Microraptor gui memiliki struktur tubuh burung sejati. Bagaimana mungkin mereka mengatakan Microraptor gui yang merupakan "nenek moyang burung-burung primitif", padahal ia hidup setelah Archaeopteryx yang muncul di zaman Jura?.

Sementara itu, iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia. Zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang raksasa, yang kemungkinan disebabkan oleh jatuhnya meteor atau komet seperti yang telah dijelaskan di atas dan digantikan oleh spesies lain terutama jenis mamalia.

11. Zaman Tersier (65 - 1,7 juta tahun lalu)

Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Pada zaman Tersier ditemukan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput. Pada zaman Tersier - Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global

12. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu - sekarang)

Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai sekitar 1,7 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang. Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali zaman es (zaman glasial). Pada zaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya. Di antara 4 zaman es ini terdapat zaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat. Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.

Salah satu hewan pada zaman es yang terkenal adalah mammoth, yaitu hewan yang sangat mirip dengan gajah masa kini. Hewan ini memiliki rambut yang sangat tebal dan juga lapisan lemak sebagai pelindung mereka dari dinginnya es. Mammoth banyak ditemukan di wilayah tundra di daerah Eurasia (Eropa-Asia) dan Amerika Utara. Diperkirakan hewan ini telah punah semenjak 10.000 tahun yang lalu, tetapi ternyata ada juga fosil mammoth yang ditemukan di Pulau Wrangel, Siberia yang berumur 4000 tahun.

Diperkirakan Nabi Adam diturunkan ke Bumi pada awal kala Holosen ini atau sekitar 10.000 tahun yang lalu, wallahu a’lam. Ternyata dari 4,5 miliar tahun usia bumi kita, dengan awal masa kehidupan yang diperkirakan 3,5 miliar tahun yang lalu, manusia hanya baru mengisi 10.000 tahun belakangan ini. Sungguh sangat singkat kehidupan manusia, bahkan mungkin bangsa manusia tidak akan bisa mencapai masa yang dialami oleh capung yang hidup mulai 135 juta tahun yang lalu.

Pembentukan Planet Bumi (bagian 4)

Tahap IV : Terbentuknya Air (di darat dan laut)

Air adalah sumber kehidupan di bumi, semua makhluk hidup membutuhkan air, baik tumbuhan, hewan maupun manusia. Bahkan tubuh manusia sebagian besarnya terdiri dari air, yaitu 40 sampai 50 liter air atau sekitar 70% dari massa tubuh kita. Air sebagaimana kita ketahui bersama memiliki rumus kimia H2O artinya air terdiri dari 2 atom Hidrogen (H) dan 1 atom oksigen (O). Hidrogen memiliki sifat mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah komponen yang diperlukan untuk terjadinya proses pembakaran. Tetapi karena keagungan-Nya, maka kedua unsur ini bisa bergabung menjadi air yang sulit terbakar bahkan bisa memadamkan kebakaran. Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana dan kapan senyawa yang begitu penting bagi kehidupan ini terbentuk pertama kali.

Karena tidak mungkin dipastikan bagaimana proses awal terbentuknya, maka kita hanya bisa melakukan hipotesa tentang kejadian tersebut. Seperti yang dipaparkan oleh Prof. Adnan Oktar seorang ilmuwan kimia dari Inggris dalam bukunya "The Miracle In The Atom". Dalam kehidupan sehari - hari hidrogen ditemukan dalam bentuk senyawanya yaitu H2 sedangkan oksigen dalam bentuk O2. Kedua unsur tidak dapat begitu saja bersatu lalu membentuk air, tapi diperlukan suhu yang cukup tinggi untuk membentuknya. Untuk bergabung membentuk molekul air, keduanya harus bertumbukan. Sebagai hasil dari tumbukan ini, ikatan-ikatan yang membentuk molekul hidrogen dan oksigen melemah, sehingga tidak ada lagi penghalang untuk bergabungnya atom oksigen dan hidrogen. Suhu yang tinggi akan meningkatkan energi begitu juga kecepatan molekul-molekul ini, sehingga jumlah tumbukan yang terjadi meningkat. Akibatnya, reaksi yang terjadi semakin cepat.

Panas yang diperlukan untuk pembentukan air disuplai selama terbentuknya bumi ini, yang mana menghasilkan banyak uap air. Kemungkinan uap air yang banyak ini akan berkumpul semakin banyak menjadi gumpalan awan. Selanjutnya sama seperti proses terjadinya hujan, apabila uap air ini sudah sangat jenuh dan lebih berat dari udara maka akan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Kemungkinan hujan ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka muncullah di daratan bumi aliran sungai dan mata-mata air. Air ini pastilah akan mengalir ke daerah-daerah yang lebih rendah dan mengisinya sampai penuh, maka jadilah lautan seperti yang kita ketahui saat ini. Selama perjalanannya aliran air dari daratan ini membawa sejumlah mineral garam sampai ke laut, karena itulah lama kelamaan mineral ini menjadi banyak sehingga air laut terasa asin.

Tapi apakah semua air laut terasa asin? Ternyata tidak ! ini dijelaskan oleh Alloh SWT dalam surat Al Fathir ayat 12 : “Dan tiada sama ( antara ) dua laut ; yang ini tawar , segar , sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit . Dan dari masing - masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya , dan pada masing - masingnya kamu lihat kapal - kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia - Nya dan supaya kamu bersyukur” . Dari ayat tersebut Alloh SWT telah mengabarkan bahwa ternyata Dia memiliki 2 buah laut, yaitu laut air tawar dan laut air asin. Laut air asin kita pasti sudah sering menjumpainya, bagaimana dengan laut air tawar ? apakah benar-benar ada dan telah ditemukan? Padahal kapal-kapal pastilah seringkali melewatinya, seperti yang tertulis pada ayat di atas.

Subhanallah, dengan ijin Alloh laut itu telah ditemukan oleh seorang ahli kelautan dan penyelam terkenal yang selalu muncul dalam acara “Discovery” tentang kelautan yang bernama Mr.Jacques Yves Costeau. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Dengan ijin Alloh pula, karena melihat fenomena yang sangat luar biasa itu, ia mendapatkan hidayah dengan memeluk Islam setelah mendapatkan penjelasan tentang firman Alloh surat Al Fathir ayat 12 seperti di atas oleh seorang Profesor muslim. Sekarang saudara kita ini telah dipanggil menghadap-Nya kembali di tahun 1997 dalam usianya 87 tahun dengan membawa keislamannya InsyaAlloh.

Sekarang kita melihat fenomena luar biasa yang lain dari air laut. Antara dua buah laut tidak akan dapat bersatu, jangankan antara laut air tawar dengan laut air asin, antara 2 laut air asin yang berbeda massa jenisnya pun tidak dapat bersatu. Ini seperti yang terdapat pada Al quran surat Ar Rahman ayat 19-20 : "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." Tidak dapatnya kedua laut tersebut bersatu dikatan dalam Al Quran bahwa terdapat batas yang tidak dapat dilalui oleh keduanya. Batas ini ternyata diketahui oleh ahli kelautan terjadi sebagai akibat perbedaan antara massa jenis air laut sehingga ada tegangan permukaan yang menghalangi keduanya untuk bersatu. Tegangan permukaan ini membentuk seperti dinding tipis antara kedua laut.

Penemuan pertemuan antara dua laut yang terpisah ini adalah seperti yang terdapat pada pertemuan antara Laut Tengah dengan Samudera Atlantik. Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Gibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.

Pembentukan Planet Bumi (bagian 3)

Tahap III : Terbentuknya Atmosfer Bumi

Alloh SWT berfirman dalam Al Quran surat Fushilat ayat 11 dan 12 sebagai kelanjutan ayat –ayat sebelumnya yaitu :

“Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada Bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh”. Lalu diciptakanNya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat Kami hiasi dengan bintang-bintang dan Kami ciptakan itu untuk memelihara. Demikian ketentuan (Alloh) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui”.

Penulis sedikit mengambil analisa bahwa terbentuknya atmosfer bumi terjadi sebelum munculnya kehidupan di bumi seperti tumbuh-tumbuhan karena atmosfer berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.

Bila atmosfer bumi belum terbentuk otomatis tidak ada perlindungan permukaan bumi ini terhadap gangguan yang berasal dari luar tersebut sehingga akan mengancam kehidupan itu sendiri. Selain itu air pun tidak bisa terbentuk, karena pasti akan menguap dan ke luar menuju angkasa, sedangkan jika air itu belum terbentuk pastilah tidak akan ada kehidupan di bumi, seperti firman Alloh SWT dalam surat Al Baqoroh ayat 164 : “….dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air , lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah matinya…”

Kata "langit", yang sering kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi atau atmosfer dan juga keseluruhan alam semesta. Bila kita ambil pengertian pertama, maka dikatakan pada ayat di atas bahwa sebelum terbentuknya langit tersebut, maka langit masih berupa asap. Tidak dapat dipastikan apa yang dimaksud dengan “asap” itu, kita hanya bisa sedikit memprediksikannya.

Di atas sudah dijelaskan bahwa alam semesta ini dahulunya adalah satu kesatuan kemudian Alloh SWT memisahkan antara bumi (sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan bumi adalah benda langit yang memiliki unsur penyusun seperti bumi (tanah) termasuk di dalamnya, seperti planet, bintang, komet dll) dan langit (yaitu langit bumi (atmosfer) dan langit alam semesta). Dentuman besar (Big Bang) dapat juga dianalogikan seperti ledakan pada bom atom. Energi ledakan ini pasti melemparkan sejumlah besar materi dan debu serta jangan lupakan pula pasti ada asap di sana yang berbentuk seperti cendawan (lihat gambar…). Dari sini dapat kita analogikan materi padat dan debu tersebut akan membentuk bumi, planet-planet, bintang dll sedangkan asap akan terkumpul sendiri dengan materi yang berbeda akan menjadi langit, wallahu a’lam.

Walaupun kita tidak tahu secara pasti “asap” tersebut, namun yang mungkin bisa dipastikan sekarang bahwa lapisan atmosfer bumi merupakan campuran dari gas yang sebagian besarnya tidak tampak dan tidak berwarna. Empat gas utama dalam udara kering meliputi :

Macam Gas

Volume %

Massa %

Nitrogen (N2)
Oksigen (O
2)
Argon (Ar)
Karbon dioksida (CO
2)

78,088
20,049
0,930
0,030

75,527
23,143
1,282
0,045

Total Keseluruhan

99,097

99,097

Kondisi dan manfaat gas tersebut dalam atmosfer antara lain:

  1. Nitrogen (N2) jumlahnya paling banyak, meliputi 78 persen. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tapi merupakan bagian dari senyawa organik.
  2. Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energi hidup.
  3. Karbon dioksida (CO2) menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. Dengan demikian kenaikan kosentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi.

Seperti pada Surat Fushilat ayat 12 di atas, terlihat bahwa langit terdiri dari tujuh lapisan. Ilmu pengetahuan modern saat ini mengatakan bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer bumi terdiri atas tujuh lapisan.

Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut: Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut troposfer. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer. Lapisan ozon adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut Mesosfer. Termosfer berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut ionosfer. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan eksosfer. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

(1). Troposfer (2). Stratosfer (3). Ozonosfer (4). Mesosfer (5). Termosfer (6). Ionosfer dan

(7). Eksosfer

Selain itu, masing-masing lapisan tersebut memiliki fungsinya sendiri-sendiri untuk kemashlahatan makhluk hidup di Bumi, sebagaimana firman Alloh SWT di atas : "… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya…..".

1. Lapisan Troposfer

Lapisan ini adalah yang paling dekat dengan permukaan bumi. Gejala cuaca (awan, petir, topan, badai dan hujan) terjadi di lapisan troposfer. Pada lapisan ini terdapat penurunan suhu yang terjadi karena sangat sedikitnya troposfer menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari, sebaliknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak di atasnya; melalui konduksi, konveksi, kondensasi dan sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.

Pertukaran panas banyak terjadi pada troposfer bawah, karena itu suhu turun dengan bertambahnya ketinggian pada situasi meteorologi (ilmu tentang cuaca). Nilainya berkisar antara 0,5 dan 1o C tiap 100 meter dengan nilai rata rata 0,65o C 100 meter.

2. Lapisan Stratosfer

Lapisan atmosfer diatas troposfer merupakan lapisan inversi, artinya suhu udara bertambah tinggi (panas) seiring dengan naiknya ketinggian. Disebut juga lapisan Isothermis. Bagian atas stratosfer dibatasi oleh permukaan diskontinuitas suhu yang disebut stratopause. Stratopause terletak pada ketinggian 60 km dengan suhu 0o C

3. Lapisan Ozonosfer

Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat pada ketinggian antara 20 hingga 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.

4. Lapisan Mesosfer

Lapisan mesosfer ditandai dengan penurunan orde suhu 0,4o C setiap 100 meter, karena lapisan ini mempunyai keseimbangan radiasi yang negatif. Bagian atas mesosfer dibatasi oleh mesopause yaitu lapisan di dalam atmosfer yang mempunyai suhu paling rendah, kira-kira (- 100o C) Ketinggian sekitar 85 km.

5. Lapisan Termosfer

Lapisan ini terletak pada ketinggian 85 dan 300 km yang ditandai dengan kenaikan suhu dari (- 100o C) sampai ratusan bahkan ribuan derajat.

6. Lapisan Ionosfer

7. Lapisan Eksosfer

Bagian atas lapisan atmosfer dibatasi oleh eksosfer yang meluas dari ketinggian 300 km sampai pada ketinggian 1000 km. Suhu eksosfer adalah konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah dengan waktu, yaitu dengan insolasi (incoming solar radiation). Suhu pada malam hari berkisar antara 300 dan 1200o C dan pada siang hari antara 700 dan 1700o C. Densitas eksosfer sangat kecil, kira-kira 10 kali densitas atmosfer permukaan tanah.