“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran, 3: 190-191)
Pernahkah kita di malam hari yang cerah memandang langit penuh bintang cemerlang yang menyelimutinya dari segala penjuru? Pernahkah di antara kita memikirkan betapa agungnya ciptaan Sang Maha Pencipta itu? Kemudian dari lisan kita berucap “ Subhanallah, tiadalah Engkau ciptakan semua ini ya Alloh dengan sia-sia “.
Bukankah apa yang Alloh ciptakan di alam semesta tiada yang sia-sia? Cobalah kita renungkan. Alloh menciptakan matahari yang memiliki diameter 103 kali diameter bumi dengan jarak yang sangat jauh dari bumi yaitu sekitar 150 juta kilometer serta memancarkan radiasi yang panasnya mencapai 15 juta derajat celcius di pusatnya dan sampai ke bumi hanya tinggal sekitar 25-40 derajat celcius saja. Bayangkanlah jika jarak matahari dan bumi kurang dari itu, atau seandainya bumi menempati posisi Venus (planet kedua dari matahari,terletak sebelum bumi) sekarang, maka suhu rata-rata di planet ini bisa mencapai 450 derajat celcius, bayangkan saja suhu ini mampu melelehkan timah, apalagi hanya kulit manusia. Jika jarak itu kita mundurkan atau seandainya bumi menempati posisi Mars (planet keempat dari matahari, terletak setelah bumi) maka suhu planet ini bisa mencapai -53 derajat celcius, suhu ini sudah cukup untuk membuat air laut tidak lagi cair bahkan semua akan membeku, sehingga tidak memungkinkan untuk terjadinya kehidupan.
Pernahkah kita juga berfikir untuk apakah bulan yang merupakan satelit bumi itu diciptakan? Mengapa bumi hanya memiliki 1 buah satelit padahal planet yang lain seperti Saturnus memilki 18 satelit? Tanpa bulan maka di bumi tidak akan terjadi pasang surut air laut, selain itu bulan juga menunjukkan waktu-waktu ibadah haji (tahun qomariyah). Bayangkan jika bumi memiliki lebih dari 1 satelit, maka akan sulit menentukan waktu, dan bisa jadi terjadi kekacauan pada pasang surut air laut, seperti air pasang menjadi sangat tinggi yang membuat banjir daratan di bumi.
Semua yang Alloh ciptakan di alam semesta ini tidak ada 1 pun yang sia-sia, karena itulah kita sebagai hamba Nya wajib bersyukur atas semua karunia itu dengan lebih banyak beramal sholeh.
Variabel-variabel itu antara lain adalah temperatur dan kecepatan awal. Temperatur yang tepat perlu disiapkan karena di awal pembentukannya alam semesta memerlukan temperatur yang tinggi untuk pembentukan atom-atom sebagai bahan dasar materi yang lebih besar lagi.
No comments:
Post a Comment