Tuesday, February 7, 2012

 Ruang dan Waktu untuk Langit dan Bumi Mendekati Ajalnya

Akankah ruang dan waktu untuk langit dan bumi juga diwafatkan oleh Allah ?. Sebagaimana manusia, ruang dan waktu adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, dan jika Dia berkehendak atas kematian mereka maka itu adalah hak prerogatif-Nya. Kapankah kematian ruang dan waktu untuk langit dan bumi itu terjadi ?, yaitu pada saat terjadinya hari kiamat di saat semua akan hancur binasa.

Kapankah hari itu akan terjadi ? tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu kecuali hanya Allah saja mengetahuinya. Di dalam Al Qur’an, Allah telah mengabarkan kepada kita tentang dekatnya saat itu, yaitu seperti ayat-ayat di bawah ini.

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling ( daripadanya ). (Surat Al-Anbiya ayat 1)

Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan ( datang ) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (Surat An-Nahl ayat 1)

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, " Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah .” Dan tahukah kamu ( hai Muhammad ), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Surat Al-Ahzab ayat 63)

Selain dari ayat-ayat yang terdapat di dalam Al Qur’an, hadits-hadits Rasulullah SAW pun telah banyak yang menerangkan tentang dekatnya hari kiamat itu.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, “Aku dan kiamat dibangkitkan seperti kedua jari ini (jari telunjuk dan jari tengah).” (H.R Bukhari)

Dari Sahl RA ia berkata, Aku pernah melihat Nabi SAW memberi isyarat dengan kedua jarinya yang di sebelah ibu jari, yaitu telunjuk dan jari tengah, seraya bersabda, “Aku dan kiamat dibangkitkan seperti ini.” (H.R Muslim)

Ibnu Umar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya ketentuan umur bagi kamu dibandingkan ketentuan umur untuk umat-umat terdahulu sebelum kamu adalah seperti jarak antara shalat Ashar dan terbenamnya matahari. ….”dan seterusnya dalam hadits yang panjang. (H.R Bukhari)

Dari sebagian ayat-ayat Al Qur’an dan hadits di atas jelaslah bagi kita bahwa betapa dekatnya hari kehancuran itu. Kabar itu tentunya telah diberikan oleh Rasulullah SAW sejak 1400an tahun yang lalu, berarti sekarang ini pastilah semakin lebih mendekati lagi. Apakah waktu 14 abad itu lama bagi Allah ?, dalam perhitungan waktu di langit waktu itu hanya berjalan kurang dari 1,5 hari saja. Seakan-akan waktu itu hanyalah sekejap mata saja, maka kiamat sudah berada di depan mata kita.

Ada sebuah hadits yang cukup panjang yang kami kutib dari Kitab “Huru-Hara Hari Kiamat” Ibnu Katsir, yaitu hadits Abu Ya’la Al Mushili dalam Musnadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala, seusainya menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan sangkakala, lalu Dia berikan kepada Israfil. (Setelah menerima benda itu), Israfil meletakkannya ke mulutnya sambil menatap terus ke Arsy, menunggu kapan diperintahkan untuk meniup.

Aku bertanya, kata Abu Hurairah,”Ya Rasulullah, apa itu sangkakala?”

Rasul menjawab,”Tanduk.”

Abu Hurairah bertanya pula,”Bagaimana tanduk itu?”

Rasul menjawab,”Besar.” Lalu beliau terangkan,”Demi Allah yang mengutus aku membawa kebenaran, sesungguhnya besar lingkarannya adalah seluas langit dan bumi. Sangkakala itu akan ditiup 3 kali. Yang pertama tiupan mengejutkan (Nafkhatul Faza’). Kedua tiupan mematikan (Nafkhatul Sha’iq). Dan yang ketiga tiupan yang membangkitkan (Nafkhatul Qiyam) untuk menghadap kepada Tuhan semesta alam.”

Allah menyuruh Israfil meniup tiupan pertama seraya berfirman,”Tiuplah tiupan yang mengejutkan.”

(Setelah ditiup), terkejutlah segenap penghuni langit dan bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Ketika itu Allah menyuruh Israfil memperpanjang tiupannya tanpa henti. Itulah yang difirmankan Allah,

Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang . (Surat Shad ayat 15)

Maka gunung-gunung pun berjalan bagai awan, lalu menjadi fatamorgana. Bumi bergoncang hebat menggoyangkan penghuninya bagai perahu di laut lepas, dihempas ombak kian kemari. Penghuninya terumbang-ambing bagai lampu yang digantung di Arsy. Hati pun menjadi gemetar karenanya. Itulah yang difirmankan Allah,

( Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan ) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam . Tiupan pertama itu diiringi dengan tiupan kedua . Hati manusia pada waktu itu sangat takut . (Surat An-Naziat ayat 6-8)

Bumi berguncang hebat, menggoyangkan penghuninya. Wanita-wanita yang menyusui tidak perduli (terhadap anak yang disusuinya), wanita-wanita hamil menggugurkan kandungannya. Anak-anak kecil beruban. Manusia berhamburan, lari ketakutan kesana kemari karena sangat terkejut, sedangkan malaikat menghadang mereka lalu menghantam muka-muka mereka. Maka mereka pun berbalik lagi, lari terbirit-birit. Dan tidak ada seorang pun yang bisa melindungi mereka dari adzab Allah, meskipun yang seorang memanggil yang lain meminta tolong.

Ketika manusia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba bumi terbelah menjadi 2, (masing-masing bergeser) dari satu arah ke arah yang lain. Lalu mereka melihat suatu kejadian yang amat dahsyat, yang tidak pernah mereka melihat hal yang serupa sebelumnya. Kejadian ini membuat mereka sangat menderita dan sengsara. Dan hanya Allah saja yang tahu betapa menderita dan sengsaranya mereka saat itu. Yaitu ketika mereka melihat ke langit, ternyata langit telah berubah menjadi seperti cairan logam, kemudian terbelah. Maka berhamburanlah bintang-bintang yang ada di sana, sedangkan matahari dan bulan tidak lagi bercahaya.

Hadits ini InsyaAllah akan kami teruskan pada sub bab setelah ini.

Bagaimana kondisi ruang di langit dan bumi saat itu ?

Masih hadits potongan riwayat Abu Hurairah RA di atas, Rasulullah Saw berkata, ”Manakala sudah tidak ada lagi yang hidup (penghuni langit dan bumi), kecuali Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan lagi Maha Tunggal, Maha Sendiri, tempat bergantung segala makhluk, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya. Dia-lah Yang Maha Akhir dan Maha Awal. Maka Allah pun menggulung langit dan bumi bagaikan menggulung lembaran-lembaran kertas. Sesudah itu digelar lagi, lalu dilipat-Nya 3 kali, terus berfirman 3 kali, “Akulah Yang Maha Kuasa.” kemudian berteriak sekeras-kerasnya 3 kali, “ Milik siapakah kerajaan pada hari ini? ” Tentu saja tidak ada jawaban dari siapa pun. Maka Dia-pun berfirman kepada diri-Nya sendiri,”Milik Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.”

Dalam hadits lain riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah bersabda, “Allah menggenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman,”Akulah Raja, Akulah Yang Maha Kuasa. Mana raja-raja di bumi?Manakah para penguasa?Manakah manusia-manusia sombong?”

Ada beberapa hadits lagi yang lafadznya mirip dengan hadits di atas, yang tidak kami kemukakan di sini.

Dari Al Qur’an dan hadits di atas sudah dapat kita ketahui nasib “ruang” di hari kiamat kelak, ia sudah tidak berwujud lagi, ia akan digulung kemudian dilipat oleh Allah SWT sampai saat yang ditentukan oleh-Nya. Bumi yang kita tempati ini, yang sebelumnya sangat indah akan terbelah dan hancur berantakan, tidak akan ada seorang pun yang dapat tinggal di dalamnya. Matahari yang dulunya bersinar terang akan hilang cahayanya dan hancur berantakan. Bulan yang bercahaya indah ternyata juga hilang di angkasa raya, begitu pula dengan langit tidak ada lagi kehidupan di sana. Dimensi ruang sudah hancur berantakan, dan “waktu” pun telah habis masa hidupnya. Bagaimana kelanjutan nasib dimensi ruang dan waktu ? akankah mereka dihidupkan kembali oleh Allah setelah hancur berantakan ? InsyaAllah akan kita lihat pembahasannya di selanjutnya….

No comments:

Post a Comment