Wednesday, February 8, 2012

Wahana Ruang Angkasa Masa Depan

Manusia dengan berbagai mimpinya untuk pergi ke tempat-tempat yang tidak diketahuinya di seluruh penjuru alam semesta ini, membuatnya merencanakan perjalanan panjang mengarungi jagat raya untuk melihat daerah-daerah tersebut. Sampai sekarang terdapat beberapa rancangan wahana angkasa masa depan yang akan dipersiapkan untuk mengararungi jagat raya menuju ke bintang-bintang jauh di beberapa tempat di jagat raya ini. Paling sedikit ada 3 buah rancangan wahana angkasa itu, yaitu wahana angkasa yang disebut wahana bintang Orion rancangan Theodore Taylor dkk, Daedalus rancangan British Interplanetary Society (BIS) dan Interstellar Ramjet rancangan R.W. Bussard dkk.

Tidak ada satu wahana pun yang kami sebutkan di atas yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat ini, paling tidak baru bisa dibangun pada pertengahan abad ke 21 ini. Masing-masing rancangan memiliki keunggulan dan keunikan sendiri, baik model desain maupun sumber tenaga pendorongnya. Semua wahana ini rencananya tidak akan dibuat di bumi, tetapi akan dibuat di stasiun ruang angkasa yang mengorbit di bumi, terutama penyebabnya adalah sumber bahan bakar yang dipakai akan membuat pancaran radioaktif yang berbahaya untuk kehidupan di bumi.

Proyek Orion direncanakan memiliki tujuan adalah mengunjungi bintang-bintang, terutama bintang-bintang yang memiliki sistem planet seperti tata surya kita. Wahana Orion tenaga penggeraknya didesain dengan cara menggabungkan antara kekuatan ledakan bom hidrogen dengan senjata nuklir. Masing-masing ledakan itu akan menjadikan Orion sebagai sebuah perahu motor nuklir yang besar yang mengarungi angkasa luar. Proyek ini telah secara serius dikembangkan oleh Amerika Serikat sampai adanya perjanjian internasional yang melarang penggunaan ledakan senjata nuklir di luar angkasa. Sebenarnya proyek ini bisa saja untuk direalisasikan saat ini, karena teknologi nuklir dan bom hidrogen telah ditemukan, hanya saja untuk menghormati perjanjian internasional maka proyek ini dihentikan.

Proyek Daedalus adalah desain terbaru dari British Interplanetary Society (BIS). Wahana angkasa ini direncanakan menggunakan reaktor fusi nuklir (yaitu reaksi nuklir seperti yang terjadi pada matahari kita). Reaktor fusi nuklir lebih aman dan efisien dibandingkan pembangkit tenaga fisi nuklir seperti yang ada saat ini. Manusia saat ini masih belum memiliki reaktor fusi nuklir, tetapi teknologi ini diharapkan dapat direalisasikan dalam beberapa dekade mendatang. Karena sebab itulah proyek ini masih belum bisa direalisasikan sampai saat ini.

Orion dan Daedalus dirancang untuk dapat terbang dengan kecepatan 10% dari kecepatan cahaya atau sekitar 30.000 km/detik. Jika mereka terbang menuju ke bintang terdekat dari matahari kita yaitu Alpha Centauri yang jaraknya adalah 4,3 tahun cahaya, maka mereka akan sampai ke sana dalam waktu 43 tahun. Wahana angkasa ini masih belum bisa menjangkau kecepatan relativistik, yaitu kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Mungkin dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang kita dapat merealisasikannya.

Untuk menjangkau bintang-bintang dekat, mungkin harus dilakukan usaha yang lain jika kita menggunakan Orion ataupun Daedalus. Mungkin saja kedua wahana ini bisa menjadi sebuah wahana multigenerasi, sehingga apabila mereka ingin menuju ke planet pada bintang-bintang lain maka harus diatur dulu keturunan-keturunannya yang telah direncanakan selama beberapa abad ke depan. Atau dengan cara lain lagi yaitu mungkin saja suatu saat nanti dapat dibuat sebuah sarana aman hibernasi (tidur panjang) untuk manusia, maka si penjelajah angkasa dapat dibekukan dan kemudian dibangunkan kembali setelah beberapa abad berikutnya. Mungkin saja suatu saat nanti dapat ditemukan sistem bintang yang ternyata dihuni oleh makhluk hidup ciptaan Allah yang lainnya. Bukankah Allah Maha Pencipta, yang dapat menciptakan segala macam makhluk serta menyebarkannya di seluruh langit dan bumi ?

Dan di antara ayat - ayat ( tanda - tanda kekuasaan ) - Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk - makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya . Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki – Nya. (Surat Asy Syura ayat 29) .

Sedangkan wahana angkasa Interstellar Ramjet dapat memiliki kecepatan relativistik, yaitu wahana yang menjadi impian dan tujuan selama beberapa ratus tahun belakangan ini. Secara prinsipnya wahana ini bisa saja dibuat. Salah satu rancangannya dikeluarkan oleh R.W. Bussard. Bahan bakar yang akan dipakainya sebagian besar adalah atom hidrogen. Ramjet memilki alat yang digunakan untuk mengeruk atau menyerap atom-atom hidrogen tersebut dari materi antar bintang, sehingga bahan bakarnya akan terus tersedia selama perjalanan jauhnya.Kemudian atom-atom hidrogen ini akan dipercepat menuju ke mesin reaktor fusi nuklir lalu dikeluarkan ke belakang dengan sangat kuat untuk mendorong pesawat ini. Tetapi, kesulitan pada wahana ini adalah pada jagat raya kita hanya terdapat 1 atom hidrogen pada setiap 10 centimeter kubik, yaitu volume pada ukuran sebuah anggur. Maka, agar wahana angkasa ini dapat bekerja, ia membutuhkan ukuran diameter depan pengeruk atom hidrogen sebesar ratusan kilometer. Ukuran ini begitu besarnya seakan-akan wahana angkasa ini adalah sebuah dunia kecil.

Semua wahana angkasa ini direncanakan sebagai mesin kendaraan angkasa masa depan. mungkin saja suatu saat nanti dapat direalisasikan, tetapi tentu saja dengan wahana angkasa ini tidak akan mungkin dapat menghalangi keputusan Allah jika suatu saat nanti terjadi kiamat. Kiamat tidak saja akan terjadi di bumi, tetapi kehancuran semua alam semesta. Manusia tidak akan dapat melarikan diri dari kehancuran itu walaupun mengendarai wahana angkasa yang super canggih sekalipun.

No comments:

Post a Comment