Wednesday, February 8, 2012

Mungkinkah Kembali ke Masa Lalu Atau Menuju ke Masa Depan ?

Mungkin pertanyaan itu pernah mengusik hati kita yang ingin sekali mengetahui tentang masa lalu yang sebenarnya ataupun masa depan yang masih misteri itu. Bahkan mungkin kita seringkali menonton acara televisi yang menyajikan berbagai cerita tentang orang yang bisa menjelajah waktu dengan mesin waktu baik ke masa lalu ataupun ke masa yang akan datang. Tetapi apakah semua itu benar-benar bisa kita lakukan ? bagaimana ilmu pengetahuan kita yang ada sekarang ini menjawabnya ?

Pertanyaan pertama, apakah mungkin kita kembali ke masa lalu dengan suatu teknologi dan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang ?. Dalam menjawab pertanyaan ini, ilmuwan fisika terbagi menjadi 3 pendapat, yaitu :

1. Pendapat pertama mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan, karena kita tidak mungkin merubah sejarah yang telah terjadi sampai saat ini. Waktu akan terus berjalan ke depan dan tidak pernah mundur kembali.

2. Pendapat kedua mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan dengan cara melewati gelombang waktu, walaupun sampai sekarang pun kita masih belum mengerti bagaimana caranya bisa menembus gelombang waktu di masa lalu itu. Tetapi, menurut pendapat ini kita sama sekali tidak dapat merubah sejarah. Apabila kita benar-benar bisa pergi ke masa lalu, maka kita hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi tetapi tidak dapat melakukan sesuatu pun untuk merubah keadaan tersebut.

3. Pendapat ketiga mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan dan kita pun dapat merubah sejarah itu. Tetapi mereka menambahkan bahwa sejarah yang berhasil kita rubah itu sama sekali tidak akan merubah sejarah yang telah terjadi pada dimensi kita sekarang ini, melainkan akan terjadi pada dimensi manusia yang lain. Jadi di dunia ini terdapat banyak sekali dimensi kehidupan manusia lainnya yang berbeda-beda. Pendapat ini mungkin menjadi inspirasi beberapa film fiksi ilmiah di televisi maupun film layar lebar.

Dari ketiga pendapat ini manakah yang lebih realistis ?. Mungkin yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat pertama tentunya. Waktu yang telah Allah ciptakan ini tidaklah mungkin dapat berjalan mundur lagi, sebagaimana kiamat, ia tidak dapat ditunda-tunda lagi kedatangannya. Ditambah lagi, waktu bukanlah sesuatu yang konkrit, sehingga dalam mempelajari hakekatnya saja sudah tidak mungkin, apalagi melewati gelombangnya. Sampai saat ini tidak ada satu cabang ilmu pun yang dapat menjelaskan dengan baik dan konkrit bagaimana cara untuk bisa kembali ke masa lalu, apalagi menciptakan teknologi untuk menembus masa lalu itu.

Walaupun kita tidaklah dapat menembus masa lalu, tetapi sebenarnya fenomena alam yang seringkali kita saksikan sebenarnya kebanyakan adalah masa lalu. Sebagai contoh adalah cahaya matahari yang kita lihat di pagi hari misalnya, sebenarnya adalah cahaya matahari yang berasal dari masa 8 menit sebelumnya. Bagaimana hal itu bisa terjadi ? cahaya matahari memiliki kecepatan 300.000 km/detik untuk menjalar, sedangkan jarak matahari dan bumi adalah sekitar 149 juta kilometer jauhnya, sehingga cahaya itu membutuhkan waktu sekitar 8 menit untuk sampai ke bumi kita ini, barulah kita mendapatkan informasinya. Andaikan matahari itu sekarang ini meledak, maka kita akan mengetahui informasi itu 8 menit setelah ledakan tersebut terjadi. Masih banyak lagi fenomena seperti itu di alam ini, apalagi bintang-bintang yang nampak di langit, yang jaraknya saja bisa sampai puluhan ribu bahkan jutaan tahun cahaya jauhnya dari bumi kita ini. Berarti sebenarnya yang kita lihat sekarang ini adalah masa lalu bintang-bintang itu, yang bisa jadi puluhan ribu atau jutaan tahun yang lalu. Sedangkan sekarang ini apakah bintang-bintang itu sebenarnya masih ada atau telah meledak akan sulit sekali kita ketahui, karena jauhnya jarak mereka dari bumi. Bintang yang paling dekat dengan matahari kita saja, yaitu alpha centauri berjarak 4,3 tahun cahaya jauhnya. Berarti bintang di alpha centauri yang kita saksikan saat ini sebenarnya adalah keadaan bintang itu ketika 4,3 tahun yang lalu.

Begitulah kira-kira hakekat fenomena masa lalu yang dapat kita pahami dari sisi ilmu pengetahuan saat ini. Sehingga sampai saat ini kita tidak akan pernah lepas dari fenomena masa lalu itu, bahkan kita selalu akan menjalaninya.

Sekarang bagaimana dengan pertanyaan kedua, mungkinkah kita menuju ke masa depan ?. Bagaimana caranya agar kita dapat melintasi waktu untuk pergi ke masa depan ?

Dari beberapa kisah yang telah kami paparkan sebelumnya telah diceritakan tentang beberapa kisah nyata yang terjadi di masa lalu yang dikabarkan Al Qur’an dan hadits tentang orang-orang yang pergi ke masa depannya. Kisah Ashabul Kahfi yang melintasi waktu sampai 309 tahun ke masa depan, Uzair yang dibangkitkan kembali 100 tahun dari masa hidupnya begitu pula dengan Nabi Isa AS yang telah diangkat ke langit dan akan kembali ke bumi di masa depan, padahal sampai saat ini beliau telah diangkat sekitar 2000 tahun yang lalu.

Dari beberapa hadits Nabi pun pernah ada yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengalaminya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa pada suatu hari Nabi berkata kepada Bilal RA, “ Aku masuk surga, maka terdengar olehku suara gesekan sandalmu di hadapanku di dalam surga itu.Maka dari itu, beritahukan aku, amal apakah yang paling kamu harapkan yang telah kamu lakukan dalam Islam ? Bilal berkata,”Tidak ada amalan yang telah aku lakukan dalam Islam, yang lebih aku harapkan manfaatnya, selain bersuci dengan sempurna, baik siang maupun malam, lalu aku shalat dengan wudlu itu sebanyak-banyaknya yang telah ditetapkan Allah untukku.”

Hadits di atas adalah pembicaran langsung antara Nabi dengan Bilal, berarti pada saat itu Bilal masih berada di dunia ini, tetapi ternyata Nabi telah mendengar suara sandalnya ketika beliau memasuki surga, bagaimana mungkin ?. Berarti pastilah Rasulullah saat itu diperdengarkan oleh Allah suatu dimensi masa depan ketika Bilal telah masuk ke dalam surga, sebagai mukjizat atas beliau.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim ada suatu riwayat dari Abu Hurairah RA, dia berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Aku melihat Amr bin Amir bin Luhay Al Khuza’i (Ibnu Qam’ah bin Khandaq saudara Bani Ka’ab) sedang menyeret punggungnya (berjalan terlentang) di dalam neraka.”

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim pula ada suatu riwayat dari Imran bin Hushain RA, dia berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, Aku pernah memeriksa surga, maka kulihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan pernah pula aku memeriksa neraka, maka kulihat kebanyakan kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.”

Bagaimana mungkin Rasulullah SAW melihat berbagai siksaan atas orang-orang yang masuk neraka tersebut, padahal saat itu masih belum terjadi hari penghisaban seluruh amal perbuatan ?. Hal ini bisa saja terjadi ketika saat itu Allah memperlihatkan kepada beliau tentang dimensi masa depan ketika orang-orang yang durhaka itu telah disiksa di dalam neraka.

Selain itu, Rasulullah SAW banyak sekali mengeluarkan hadits tentang kejadian-kejadian di masa depan, seperti kejadian yang akan menimpa sahabat-sahabat beliau sepeninggalnya, kemunculan Dajjal, Imam Mahdi, Ya’juj Ma’juj, Nabi Isa AS dan banyak lagi. Mungkin sebagian besar berita-berita itu disampaikan oleh Allah melalui Jibril, tetapi tidak menutup kemungkinan kejadian-kejadian itu dialami beliau melalui mimpi sehingga seakan-akan beliau menyaksikan langsung kejadian di dimensi masa depan itu.

Salah satu hadits itu adalah peristiwa di akhir zaman tentang kehancuran Ka’bah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “ Ka’bah ini akan dirobohkan oleh Dzussuwaiqatain (Sang pemilik dua betis yang kecil) dari Habasyah. Dia merampas perhiasannya, dan melepas kiswahnya. Aku seakan-akan melihatnya, orangnya kecil botak dengan tulang-tulang persendian bengkok sedang menghantam Ka’bah dengan sekop dan kapaknya.”

Walaupun Rasulullah tidak langsung pergi menuju ke masa depan, tetapi penampakan masa depan di hadapan beliau telah sering sekali ditampakkan oleh Allah untuknya sebagai mukjizat dan kabar untuk generasi selanjutnya.
Bagaimana dengan komentar pembaca?

Wahana Ruang Angkasa Masa Depan

Manusia dengan berbagai mimpinya untuk pergi ke tempat-tempat yang tidak diketahuinya di seluruh penjuru alam semesta ini, membuatnya merencanakan perjalanan panjang mengarungi jagat raya untuk melihat daerah-daerah tersebut. Sampai sekarang terdapat beberapa rancangan wahana angkasa masa depan yang akan dipersiapkan untuk mengararungi jagat raya menuju ke bintang-bintang jauh di beberapa tempat di jagat raya ini. Paling sedikit ada 3 buah rancangan wahana angkasa itu, yaitu wahana angkasa yang disebut wahana bintang Orion rancangan Theodore Taylor dkk, Daedalus rancangan British Interplanetary Society (BIS) dan Interstellar Ramjet rancangan R.W. Bussard dkk.

Tidak ada satu wahana pun yang kami sebutkan di atas yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat ini, paling tidak baru bisa dibangun pada pertengahan abad ke 21 ini. Masing-masing rancangan memiliki keunggulan dan keunikan sendiri, baik model desain maupun sumber tenaga pendorongnya. Semua wahana ini rencananya tidak akan dibuat di bumi, tetapi akan dibuat di stasiun ruang angkasa yang mengorbit di bumi, terutama penyebabnya adalah sumber bahan bakar yang dipakai akan membuat pancaran radioaktif yang berbahaya untuk kehidupan di bumi.

Proyek Orion direncanakan memiliki tujuan adalah mengunjungi bintang-bintang, terutama bintang-bintang yang memiliki sistem planet seperti tata surya kita. Wahana Orion tenaga penggeraknya didesain dengan cara menggabungkan antara kekuatan ledakan bom hidrogen dengan senjata nuklir. Masing-masing ledakan itu akan menjadikan Orion sebagai sebuah perahu motor nuklir yang besar yang mengarungi angkasa luar. Proyek ini telah secara serius dikembangkan oleh Amerika Serikat sampai adanya perjanjian internasional yang melarang penggunaan ledakan senjata nuklir di luar angkasa. Sebenarnya proyek ini bisa saja untuk direalisasikan saat ini, karena teknologi nuklir dan bom hidrogen telah ditemukan, hanya saja untuk menghormati perjanjian internasional maka proyek ini dihentikan.

Proyek Daedalus adalah desain terbaru dari British Interplanetary Society (BIS). Wahana angkasa ini direncanakan menggunakan reaktor fusi nuklir (yaitu reaksi nuklir seperti yang terjadi pada matahari kita). Reaktor fusi nuklir lebih aman dan efisien dibandingkan pembangkit tenaga fisi nuklir seperti yang ada saat ini. Manusia saat ini masih belum memiliki reaktor fusi nuklir, tetapi teknologi ini diharapkan dapat direalisasikan dalam beberapa dekade mendatang. Karena sebab itulah proyek ini masih belum bisa direalisasikan sampai saat ini.

Orion dan Daedalus dirancang untuk dapat terbang dengan kecepatan 10% dari kecepatan cahaya atau sekitar 30.000 km/detik. Jika mereka terbang menuju ke bintang terdekat dari matahari kita yaitu Alpha Centauri yang jaraknya adalah 4,3 tahun cahaya, maka mereka akan sampai ke sana dalam waktu 43 tahun. Wahana angkasa ini masih belum bisa menjangkau kecepatan relativistik, yaitu kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Mungkin dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang kita dapat merealisasikannya.

Untuk menjangkau bintang-bintang dekat, mungkin harus dilakukan usaha yang lain jika kita menggunakan Orion ataupun Daedalus. Mungkin saja kedua wahana ini bisa menjadi sebuah wahana multigenerasi, sehingga apabila mereka ingin menuju ke planet pada bintang-bintang lain maka harus diatur dulu keturunan-keturunannya yang telah direncanakan selama beberapa abad ke depan. Atau dengan cara lain lagi yaitu mungkin saja suatu saat nanti dapat dibuat sebuah sarana aman hibernasi (tidur panjang) untuk manusia, maka si penjelajah angkasa dapat dibekukan dan kemudian dibangunkan kembali setelah beberapa abad berikutnya. Mungkin saja suatu saat nanti dapat ditemukan sistem bintang yang ternyata dihuni oleh makhluk hidup ciptaan Allah yang lainnya. Bukankah Allah Maha Pencipta, yang dapat menciptakan segala macam makhluk serta menyebarkannya di seluruh langit dan bumi ?

Dan di antara ayat - ayat ( tanda - tanda kekuasaan ) - Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk - makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya . Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki – Nya. (Surat Asy Syura ayat 29) .

Sedangkan wahana angkasa Interstellar Ramjet dapat memiliki kecepatan relativistik, yaitu wahana yang menjadi impian dan tujuan selama beberapa ratus tahun belakangan ini. Secara prinsipnya wahana ini bisa saja dibuat. Salah satu rancangannya dikeluarkan oleh R.W. Bussard. Bahan bakar yang akan dipakainya sebagian besar adalah atom hidrogen. Ramjet memilki alat yang digunakan untuk mengeruk atau menyerap atom-atom hidrogen tersebut dari materi antar bintang, sehingga bahan bakarnya akan terus tersedia selama perjalanan jauhnya.Kemudian atom-atom hidrogen ini akan dipercepat menuju ke mesin reaktor fusi nuklir lalu dikeluarkan ke belakang dengan sangat kuat untuk mendorong pesawat ini. Tetapi, kesulitan pada wahana ini adalah pada jagat raya kita hanya terdapat 1 atom hidrogen pada setiap 10 centimeter kubik, yaitu volume pada ukuran sebuah anggur. Maka, agar wahana angkasa ini dapat bekerja, ia membutuhkan ukuran diameter depan pengeruk atom hidrogen sebesar ratusan kilometer. Ukuran ini begitu besarnya seakan-akan wahana angkasa ini adalah sebuah dunia kecil.

Semua wahana angkasa ini direncanakan sebagai mesin kendaraan angkasa masa depan. mungkin saja suatu saat nanti dapat direalisasikan, tetapi tentu saja dengan wahana angkasa ini tidak akan mungkin dapat menghalangi keputusan Allah jika suatu saat nanti terjadi kiamat. Kiamat tidak saja akan terjadi di bumi, tetapi kehancuran semua alam semesta. Manusia tidak akan dapat melarikan diri dari kehancuran itu walaupun mengendarai wahana angkasa yang super canggih sekalipun.